Jumat, 15 Mei 2026

Minyak Naik Terdorong Dua Sentimen Positif Ini

Penulis : Indah Handayani
27 Jan 2023 | 06:30 WIB
BAGIKAN
ilustrasi cadangan minyak AS
Sumber: Antara
ilustrasi cadangan minyak AS Sumber: Antara

NEW YORK, investor.id - Harga minyak naik sekitar 1% pada Kamis (27/1/2023). Terdorong dua sentiment positif, yaitu ekspektasi permintaan global akan menguat karena importir minyak utama Tiongkok membuka kembali ekonominya dan data ekonomi AS yang positif.

Brent berjangka naik US$ 1,35 (1,6%), menjadi menetap di US$ 87,47 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 86 sen (1,1%) menjadi menetap di US$ 81,01.

Perekonomian AS tumbuh lebih cepat dari yang diharapkan pada kuartal keempat, tetapi ukuran permintaan domestik naik pada laju paling lambat dalam 2,5 tahun, mencerminkan biaya pinjaman yang lebih tinggi.

ADVERTISEMENT

"Harga minyak mentah mendapat dorongan tak terduga dari ekonomi AS yang tidak mau putus," kata Edward Moya, analis pasar senior di perusahaan data dan analitik OANDA.

Persediaan minyak mentah AS naik tipis 533 ribu barel menjadi 448,5 juta barel dalam pekan yang berakhir 20 Januari, kata Administrasi Informasi Energi (EIA).

Itu jauh dari perkiraan kenaikan 1 juta barel, meskipun EIA mengatakan stok minyak mentah berada pada level tertinggi sejak Juni 2021.

Tiongkok telah melonggarkan pembatasan Covid-19 yang ketat bulan ini, dengan Beijing membuka kembali perbatasan untuk pertama kalinya dalam tiga tahun.

"Pembukaan kembali Tiongkok mendukung prospek permintaan," kata analis UBS Giovanni Staunovo.

"Juga, para pelaku pasar dengan cermat melacak pertemuan OPEC+ JMMC (Joint Ministerial Monitoring Committee) yang akan datang dan embargo UE (Uni Eropa) pada produk olahan," kata Staunovo.

Pertemuan panel menteri OPEC+ pada 1 Februari kemungkinan akan mendukung tingkat produksi kelompok produsen minyak saat ini, kata sumber OPEC+.

Pertumbuhan ekonomi global diperkirakan hampir tidak bergerak di atas 2% tahun ini, jajak pendapat Reuters dari para ekonom menunjukkan, menunjukkan kemungkinan penurunan peringkat lebih lanjut. Itu bertentangan dengan optimisme yang meluas di pasar sejak awal tahun.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 16 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 48 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 59 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia