Jumat, 15 Mei 2026

Arya Sinulingga: IPO PHE Tunggu Audit Laporan Keuangan 

Penulis : Muawwan Daelami
8 Feb 2023 | 19:09 WIB
BAGIKAN
Wilayah kerja PT Pertamina Hulu Energi
Wilayah kerja PT Pertamina Hulu Energi

JAKARTA, Investor.id - Penawaran perdana saham (initial public offering/IPO) anak usaha PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Hulu Energi, akan dilaksanakan setelah rampung audit laporan keuangan kuartal IV-2022.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, proses IPO PHE masih menunggu rilis laporan keuangan. Sebab, untuk IPO, PHE tentu masih memerlukan waktu untuk mencari pembeli dan sebagainya.

"Jadi, bukan di kuartal I-2023, tapi menunggu laporan keuangan. Kemudian proses berlanjut. Kalau tidak ada laporan keuangan tentu tidak bisa. Tunggu laporan keuangan dulu, selesai baru proses," ucap Arya saat ditemui di Kementerian BUMN, Rabu (8/2).

Dia menerangkan, PHE perlu memperoleh suntikan dana untuk mendukung ekspansinya. Sebab jika tidak, maka impor terhadap BBM akan semakin membengkak. "Jadi, PHE itu harus ekspansi supaya impor minyak tidak besar. Kalau bisa, ya, sama-sama seperti sekarang. Kalau PHE tidak ekspansi, impor BBM semakin besar. Maka, PHE mau tidak mau harus ekspansi," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Atas dasar itu, PHE perlu mendapatkan dana segar lewat IPO saham untuk merealisasikan ekspansinya. Mustahil, ekspansi PHE dilaksanakan dengan mengandalkan dana utang.

"Pertamina jangan utang. PHE jangan utang. Maka dicarilah dana segar untuk ekspansi. Jadi bukan PHE mau jual saham, bukan. Karena PHE harus ekspansi. Kalau PHE nggak ekspansi, kita impor BBM makin besar. Ketahanan energi kita itu turun bos kita nggak mau utang, Pertamina nggak mau utang," tutur Arya.

Sebelumnya, Pertamina mengumumkan akan melepas saham Pertamina Geothermal Energy (PGE) ke publik sebanyak 10,35 miliar atau setara 25% saham dengan nilai nominal Rp 500 per saham. Raksasa perusahaan minyak RI membanderol harga penawaran saham PGE sebesar Rp 820-945 per saham.

Dari aksi penawaran tersebut, PGE mengincar maksimal dana sebesar Rp 9,78 triliun. Berdasarkan prospektus, seluruh dana hasil IPO setelah dikurangi seluruh biaya-biaya emisi saham, akan dialokasikan sekitar 85% untuk pengembangan usaha perseroan sampai tahun 2025 dan 15% untuk pembayaran facilities agreement.

Adapun rincian 85% tersebut, sekitar 55% digunakan untuk capital expenditure (capex) atau investasi pengembangan kapasitas tambahan dari WKP operasional melalui pengembangan konvensional dan utilisasi co-generation technology untuk memenuhi permintaan tambahan dari pelanggan existing perseroan.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 19 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia