Jasa Marga Jual Saham Tol Transjawa US$ 300 Juta
JAKARTA, Investor.id – PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dikabarkan bakal menjual sebagian saham PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melalui private placement. Nilai transaksinya diprediksi mencapai US$ 300 juta.
Berdasarkan laporan Bloomberg, Selasa (14/2/2023), perseroan telah menunjuk BNI Sekuritas untuk membantu placement saham JTT, pengelola jalan tol Transjawa.
Sebelumnya, analis Samuel Sekuritas Andreas Kristo menuturkan, Jasa Marga berencana melakukan equity fundraising baik melalui kerja sama dengan investor strategis maupun penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham anak usaha JTT pada semester I-2023.
Andreas memprediksi, JTT melepas 10-30% saham dengan valuasi PBV 2,3-3,5 kali atau setara Rp 4,18-19,07 triliun. Dana hasil IPO tidak digunakan untuk melunasi utang, melainkan membiayai pembangunan jalan tol.
Mengacu laporan keuangan Jasa Marga sampai kuartal III-2022, total liabilitas perseroan mencapai Rp 74,2 triliun, sedangkan ekuitas sebesar Rp 26,2 triliun.
Saat ini, Jasa Marga diberi tugas menuntaskan penugasan Proyek Strategis Nasional (PSN) maupun proyek-proyek pendukung konektivitas di beberapa proyek jalan tol, yaitu Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, Yogyakarta-Solo, Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci), Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi), dan Jalan Akses Patimban. Adapun biaya investasi yang diperlukan untuk membangun tol tersebut diperkirakan mencapai Rp 125 triliun.
"Kami memperkirakan siklus heavy capex tahap dua akan dimulai akhir 2023 dengan pembiayaan awal berasal dari dana divestasi jalan tol dan divestasi saham JTT. Patut diingat heavy capex tahap satu terjadi di 2017–2020, di mana perseroan menyelesaikan jalan tol baru sepanjang 598 km, dengan rata-rata cash capex per tahun mencapai Rp 16 triliun," ujar Andreas dalam riset, belum lama ini.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaTag Terpopuler
Terpopuler






