Perkuat Struktur Modal, Panorama (PANR) Gelar Rights Issue
JAKARTA, investor.id - PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) berencana menggelar penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue dengan melepas maksimal 600 juta saham baru. Dana hasil rights issue akan digunakan untuk memperkuat modal kerja perseroan.
Bersamaan dengan pelaksanaan rights issue itu, perseroan akan menerbitkan waran yang melekat di saham hasil pelaksanaan HMETD maksimal 200 juta atau sekitar 16,667% dari total saham saat pernyataan pendaftaran PMHMETD.
Pelaksanaan rights issue itu diharapkan dapat berpengaruh positif terhadap kondisi keuangan konsolidasi perseroan dan entitas anak, antara lain memperkuat struktur permodalan serta menambah kas untuk keperluan modal kerja. Selain itu, rights issue diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kegiatan usaha, kinerja dan daya saing perseroan dalam industri pariwisata Indonesia.
Sekretaris Perusahaan Panorama Sentrawisata (PANR) AB Sadewa menjelaskan, perseroan membutuhkan tambahan modal kerja, karena permintaaan market inbound dan outbound pariwisata menguat. Selain itu, dana rights issue akan digunakan untuk pengembangan usaha yang arahnya ke tech-enabled.
“Sisa dana rights issue akan digunakan untuk pengurangan utang,” kata dia kepada Investor Daily, Selasa (14/02/23).
Sadewa membeberkan, selama 2022, jumlah pelanggan pilar bisnis perseroan, yakni travel dan leisure, seperti outbound tour, domestic, corporate travel sudah mencapai 50% sebelum pandemi Covid-19. Adapun konsumen segmen inbound tour/market wisata mancanegara sudah 30% dari kondisi 2019.
Sadewa belum bisa menyebutkan harga pelaksanaan rights issue itu. Kepastian soal ini akan ditentukan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), 21 Maret 2023.
Sementara itu, hingga kuartal III-2022, Panorama Sentrawisata membukukan laba bersih Rp 10,4 miliar atau naik 218% dari kuartal II-2022. Perseroan juga mencatat kenaikan pendapatan 347%.
Sadewa mengatakan, dengan membaiknya sektor pariwisata di mana pergerakan masyarakat kembali berjalan, permintaan masyarakat untuk bepergian ataupun berlibur juga mengalami peningkatan, baik di pasar domestik maupun internasional. Panorama pada kuartal ketiga tahun ini telah menangani lebih dari 69 ribu wisatawan Indonesia, baik untuk perjalanan domestik maupun internasional.
Selain segmen retail, lanjut dia, permintaan di lini bisnis corporate incentive juga mengalami peningkatan. Corporate incentive sendiri merupakan perjalanan yang dirancang khusus untuk suatu perusahaan yang ingin memberikan reward sekaligus meningkatkan kinerja tim dalam bentuk traveling.
"Selama pandemi Covid-19, banyak perusahaan yang menjalankan aktivitas work from home untuk para karyawannya, dan saat ini mulai kembali mengaktifkan on-site working/work from office. Tentunya diperlukan medium untuk meningkatkan teamwork dan engagement di antara para karyawan, maka pilihan perjalanan insentif atau corporate incentive trip ini merupakan sarana yang pas dan tepat untuk kembali meningkatkan engagement dan team work," ujarnya.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






