Saham-Saham Inggris dan Prancis Berakhir Positif, Jerman Melemah
LONDON, investor.id – Saham-saham Inggris dan Prancis berakhir positif pada perdagangan Selasa waktu setempat (14/2/2023). Sedangkan saham-saham Jerman melemah.
Saham-saham Inggris memperpanjang reli untuk hari kedua berturut-turut. Dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London terkerek 6,25 poin (0,08%) menjadi menetap di 7.953,85 poin.
Indeks FTSE 100 bertambah 65,15 poin (0,83%) menjadi 7.947,60 poin pada Senin (13/2/2023). Setelah jatuh 28,70 poin (0,36%) menjadi 7.882,45 poin pada Jumat (10/2/2023). Naik 25,98 poin (0,33%) menjadi 7.911,15 poin pada Kamis (9/2/2023).
Polymetal International PLC, sebuah perusahaan pertambangan logam mulia Inggris-Rusia melambung 5,48%, menjadi pencetak keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham-saham unggulan atau blue chips.
Saham-saham Prancis juga memperpanjang keuntungan untuk hari kedua berturut-turut. Dengan indeks acuan CAC 40 di Bursa Efek Paris menguat 5,22 poin (0,07%) menjadi menetap di 7.213,81 poin.
Indeks CAC 40 terangkat 78,86 poin (1,11%) menjadi 7.208,59 poin pada Senin (13/2/2023). Setelah merosot 58,63 poin (0,82%) menjadi 7.129,73 poin pada Jumat (10/2/2023). Bertambah 68,53 poin (0,96%) menjadi 7.188,36 poin pada Kamis (9/2/2023).
Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks CAC 40, sebanyak 26 saham berhasil membukukan keuntungan, sementara 12 saham menderita kerugian dan dua saham diperdagangkan tidak berubah.
ArcelorMittal SA, sebuah perusahaan manufaktur baja multinasional Luksemburg-Spanyol-Prancis yang berkantor pusat di Luxembourg City terangkat 2,67%, menjadi top gainer dari saham blue chips.
Sementara itu, saham-saham Jerman ditutup lebih rendah pada perdagangan Selasa (14/2/2023) waktu setempat, berbalik melemah dari kenaikan sehari sebelumnya. Dengan indeks acuan DAX 40 di Bursa Efek Frankfurt tergerus 16,78 poin (0,11%) menjadi menetap di 15.380,56 poin.
Indeks DAX 40 terkerek 89,36 poin (0,58%) menjadi 15.397,34 poin pada Senin (13/2/2023). Setelah anjlok 215,44 poin (1,39%) menjadi 15.307,98 poin pada Jumat (10/2/2023). Bertambah 111,37 poin (0,72%) menjadi 15.523,42 poin pada Kamis (9/2/2023).
Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks DAX 40, sebanyak 23 saham berhasil mencatat keuntungan, sementara 17 saham lainnya mengalami kerugian.
MTU Aero Engines AG, sebuah perusahaan yang mengembangkan dan memproduksi mesin pesawat terbang serta menawarkan layanan dan dukungan mesin pesawat komersial mencatat kerugian paling besar (top loser) di antara saham blue chips, dengan harga sahamnya anjlok 4,05%.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaTag Terpopuler
Terpopuler




