IHSG Dibuka Menguat pada Awal Pekan
JAKARTA, investor.id – Ditutup menguat 0,05% ke level 6.895, IHSG dibuka menguat 9,61 poin (0,14%) ke level 6.905,32 pada sesi I perdagangan Senin (20/2/2023). IHSG hari ini bergerak pada rentang 6.902- 6.907.
Tercatat sebanyak 266,66 juta saham telah diperdagangkan di menit-menit awal, dengan nilai perdagangan sebesar Rp 102,89 miliar dan frekuensi perdagangan baru mencapai 7.780 kali transaksi. Sebanyak 74 saham diperdagangkan mencatatkan kenaikan, 49 saham terkoreksi, dan 172 saham stagnan.
Indeks-indeks Wall Street ditutup mixed di Jumat (17/2/2023). Wall Street masih dipengaruhi oleh rilis kinerja 2022 dan pandangan pasar terhadap arah kebijakan The Fed di awal tahun 2023 ini.
Sebagai informasi, Gubernur The Fed, Michelle Bowman menyatakan bahwa jalan untuk mencapai target inflasi The Fed di 2% yoy masih sangat panjang. Hal ini kembali membangun ekspektasi bahwa The Fed masih akan menaikan suku bunga acuan hingga 3 (tiga) kali lagi di 2023 ini.
Pasar Asia-Pasifik sebagian besar lebih rendah pada hari Senin, karena investor menantikan data ekonomi penting di minggu ini. Risalah untuk Komite Pasar Terbuka Federal AS (FOMC) dijadwalkan akan dirilis Rabu.
Di Australia, S&P/ASX 200 diperdagangkan 0,1% lebih rendah karena risalah dari Reserve Bank of Australia dijadwalkan akan dirilis Selasa.
Nikkei 225 Jepang melihat penurunan 0,19% saat dibuka pada hari Senin, dengan Topix juga turun secara fraksional. Di Korea Selatan, Kospi dibuka 0,33% lebih rendah, sedangkan Kosdaq naik tipis.
Prediksi Analis
Yugen Bertumbuh Sekuritas memprediksi IHSG terkonsolidasi pada Senin (20/2/2023). IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak pada kisaran 6.852 – 6.988. Intip menu saham bakal kasih untung berikut. Diantaranya AALI dan HMSP.
Yugen Bertumbuh Sekuritas menjelaskan, pola gerak IHSG hingga saat ini masih menunjukkan pola sideways yang masih dibayangi oleh potensi tekanan di tengah rilis data kinerja emiten secara full year 2022.
“Namun hingga saat ini belum terlihat adanya capital inflow yang mengalir deras masuk ke dalam pasar modal kita,” tulis Yugen Bertumbuh Sekuritas dalam risetnya, Senin (20/2/2023).
Yugen Bertumbuh Sekuritas menjelaskan, peluang terjadinya tekanan jangka pendek juga masih terbuka. Namun momentum koreksi dapat terus dimanfaatkan untuk melakukan pembelian dengan target investasi jangka menengah hingga Panjang.
“IHSG hari ini berpotensi terkonsolidasi,” tambah Yugen Bertumbuh Sekuritas.
Yugen Bertumbuh Sekuritas merekomendasikan menu saham pilihan bakal kasih untung berikut, yaitu AALI, BMRI, ASII, BBCA, ICBP, ASRI, JSMR dan HMSP.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam
Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level iniHarga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi
Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas AntamDPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatTag Terpopuler
Terpopuler






