5 Aksi Korporasi Astra (ASII)
JAKARTA, investor.id – PT Astra International Tbk (ASII) terus melakukan sejumlah investasi strategis pada bisnis-bisnis baru. Terdapat 5 aksi korporasi yang dilakukan Astra dalam setahun terakhir:
1. Sebagai bagian dari strategi untuk mengembangkan bisnis jasa keuangan, Astra melalui PT Sedaya Multi Investama mengakuisisi 49,56% saham PT Bank Jasa Jakarta (BJJ) senilai Rp 3,9 triliun. BJJ dikendalikan bersama oleh Astra dan WeLab Sky Limited (WeLab), yang juga memiliki 49,56% saham. Astra dan WeLab berencana menjadikan BJJ sebagai bank digital inovatif di Indonesia.
2. Astra terus melakukan diversifikasi dari pertambangan batu bara, antara lain dengan rencana investasi di usaha pertambangan dan pengolahan (smelter) nikel melalui PT Danusa Tambang Nusantara, anak usaha PT United Tractors Tbk (UNTR), yang menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat untuk mengakuisisi 90% saham PT Stargate Pacific Resources dan PT Stargate Mineral Asia, senilai Rp 4,3 triliun.
Astra melalui UNTR juga berinvestasi sebesar 31,49% saham di PT Arkora Hydro Tbk (ARKO), perusahaan publik yang berfokus pada pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
3. Astra membeli 7,45% saham PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), salah satu grup rumah sakit terbesar di Indonesia, sebagai bagian dari pengembangan bisnis pada layanan kesehatan.
4. Astra melanjutkan strategi investasinya di bisnis digital dengan memimpin penggalangan dana Paxel, suatu bisnis logistik berbasis teknologi, senilai US$ 14,5 juta.
Astra juga meningkatkan investasinya di Sayurbox, suatu platform e-commerce, sehingga total investasi Astra menjadi US$ 13,6 juta, serta di Mapan, sebuah platform perdagangan sosial berbasis komunitas digital, sehingga total investasi Astra menjadi US$ 5,4 juta.
5. Astra melalui anak usahanya, Astra Land Indonesia, perusahaan patungan Astra dengan Hongkong Land, mengakuisisi lahan seluas 41 hektare di Tangerang, sebelah barat Jabodetabek, yang akan dikembangkan menjadi rumah tapak dan produk properti komersial.
Sementara itu, Presiden Direktur Astra International, Djony Bunarto Tjondro mengungkapkan bahwa sepanjang 2022, perseroan telah menghabiskan belanja modal dan investasi secara konsolidasi sebesar Rp 26,4 triliun. “Dua kali lipat dari tahun sebelumnya,” jelas dia dalam keterangan tertulis, Senin (27/2/2023).
Ke depan, menurut Djony, Astra berencana untuk terus menginvestasikan modal yang signifikan di Indonesia. Ini sejalan dengan prioritas strategis perseroan melalui pertumbuhan dan akuisisi.
“Grup yakin akan potensi pertumbuhan jangka panjangnya dan neraca yang kuat, sehingga dapat mengembalikan sebagian excess capital kepada pemegang saham.
Sepanjang tahun lalu, emiten berkode saham ASII ini secara grup berhasil mengukir pencapaian kinerja tertinggi. Hal tersebut ditopang oleh pemulihan ekonomi dan tingginya harga komoditas yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Pendapatan bersih ASII secara konsolidasian pada 2022 mencapai Rp 301,4 triliun, meningkat 29% dibandingkan tahun 2021.
Laba bersih ASII, tidak termasuk penyesuaian nilai wajar atas investasi di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) atau RS Hermina, mencapai Rp 30,5 triliun atau 51% lebih tinggi dibandingkan tahun 2021.
Jika memperhitungkan penyesuaian nilai wajar tersebut, laba bersih Astra meningkat 43% menjadi Rp 28,9 triliun pada 2022. Kenaikan laba ini merefleksikan peningkatan kinerja pada hampir seluruh divisi bisnis, terutama bisnis alat berat dan pertambangan, otomotif, dan jasa keuangan.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaTag Terpopuler
Terpopuler






