Jumat, 15 Mei 2026

Mirae: IHSG Cenderung Menguat, Pantau Tiga Saham Bakal Melejit

Penulis : Indah Handayani
2 Mar 2023 | 09:30 WIB
BAGIKAN
Sejumlah karyawan melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. (B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)
Sejumlah karyawan melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. (B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)

JAKARTA, investor.id – Mirae Asset Sekuritas memprediksi IHSG cenderung menguat pada Kamis (2/3/2023). IHSG diperkirakan akan diperdagangkan pada rentang 6.828 – 6.890, critical level di 6.800. Pantau tiga saham bakal melejit, salah satunya ERAA.

Mirae menjelaskan, indikator MFI optimized masih cenderung bergerak naik, indikator RSI optimized dan indikator W%R optimized terlihat cenderung turun. Indeks ini sedikit berada di bawah center line pada Bollinger Bands Optimized. Pada periode weekly, indikator MFI optimized coba bergerak, indikator RSI optimized.

“Indikator W%R optimized masih bergerak turun namun mulai terbatas dengan sebaran volume terbanyak dari sisi demand berada di atas level saat ini,” tulis Mirae dalam risetnya, Kamis (2/3/2023).

ADVERTISEMENT

IHSG ditutup flat pada Rabu (1/3/2023) setelah investor mencerna rilis data inflasi. Saham sektor keuangan dan teknologi (GOTO, BBRI, BMRI, dan BBNI) mengangkat indeks, sementara saham sektor konsumer, bahan dasar dan energi (BYAN, BRPT, INDF, dan ICBP) melemah. Inflasi meningkat menjadi 5,47% YoY di bulan Februari (estimasi: 5,44%; Januari: 5,28%). Namun, inflasi inti turun menjadi 3,09% (estimasi: 3,26%; Januari: 3,27%).

“Kami masih percaya bahwa itu tidak akan mengubah rencana BI untuk mempertahankan suku bunga bulan ini meskipun akan segera memasuki bulan Ramadan. Investor asing melakukan net buy Rp 847 miliar, terutama pada BBRI, BBNI, MDKA, dan BMRI,” tambah Mirae.

Bursa AS ditutup mixed dengan Dow datar sementara Nasdaq dan S&P 500 turun. Pejabat Fed mendukung kenaikan suku bunga di atas 5% dari level saat ini di 4,50-4,75%, sambil menyatakan bahwa kenaikan suku bunga sejauh ini belum efektif untuk memperlambat sektor jasa. Indeks Manufaktur ISM pada bulan Februari mencapai 47,7, kenaikan pertama dalam enam bulan meskipun masih dalam wilayah kontraksi.

Harga minyak mentah WTI AS naik 0,9% menjadi US$ 77,7 per barel di tengah optimisme pembukaan kembali Tiongkok. Tiongkok melaporkan PMI Manufaktur mencapai level tertinggi sejak April 2012, sedangkan Non-Manufaktur juga mencapai level tertinggi sejak Juni 2022.

Beberapa perusahaan merilis kinerja FY22 hari ini, dengan ROTI, DMAS, ELSA, dan DRMA melebihi perkiraan konsensus, sementara PTBA sedikit di bawah. ROTI membukukan laba bersih 2022 sebesar Rp 432 miliar (+52% YoY), 117% dari konsensus. DMAS membukukan laba bersih 2022 sebesar Rp 1,2 triliun (+70% YoY), 116% dari konsensus.

PTBA membukukan laba bersih 2022 sebesar Rp 12,5 triliun (+59% YoY), 96% dari konsensus. ELSA membukukan laba bersih 2022 sebesar Rp 378,1 miliar (+248% YoY), 105% dari konsensus. DRMA membukukan laba bersih 2022 sebesar Rp394 miliar (+31% YoY), 114% dari konsensus.

Mirae merekomendasikan tiga saham bakal melejit pada hari ini. Ketiga saham tersebut adalah

ERAA

Harga penutupan: 525 (+1,94%)

Rekomendasi: Trading buy

Target harga: 555

Trading range: 510 – 535

Cut loss level: 480

Koreksi indikator MFI optimized mulai tertahan, indikator RSI optimized dan indikator W%R optimized masih cenderung bergerak naik. Harga saat ini di masih sekitar center line pada Bollinger Bands optimized dengan sebaran volume terbanyak dari sisi demand berada di bawah level saat ini.

BRIS

Harga penutupan: 1.595 (+4,93%)

Rekomendasi: Trading buy

Target harga: 1.685

Trading range: 1.570 – 1.640

Cut loss level: 1.480

Indikator MFI optimized, indikator RSI optimized dan indikator W%R optimized masih cenderung bergerak naik. Harga di atas center line pada Bollinger Bands optimized dengan sebaran volume terbanyak dari sisi supply berada di atas level saat ini.

CMRY

Harga penutupan: 4.360 (+2,02%)

Rekomendasi: Trading buy

Target harga: 4.840

Trading range: 4.290 – 4.460

Cut loss level: 4.150

Indikator MFI optimized, indikator RSI optimized sudah berada di oversold area, indikator W%R optimized masih cenderung bergerak naik. Harga di bawah center line pada Bollinger Bands optimize dengan sebaran volume terbanyak dari sisi demand berada sekitar level saat ini.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 11 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 43 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 54 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 58 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia