Jumat, 15 Mei 2026

Mora Telematika (MORA) Cetak Laba Bersih Rp 579,5 Miliar

Penulis : Zsazya Senorita
6 Mar 2023 | 04:20 WIB
BAGIKAN
Kantor PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) atau Moratelindo. (Foto: Perseroan)
Kantor PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) atau Moratelindo. (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id - PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) atau Moratelindo mencetak laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 579,5 miliar pada 2022, naik dari perolehan tahun sebelumnya Rp 578,92 miliar. Sejalan dengan kinerja bottom line, pendapatan perseroan sebagai topline juga naik menjadi Rp 4,64 triliun dari Rp 4,18 triliun.

Total pendapatan perseroan terdiri dari pendapatan kontrak dengan pelanggan penyelenggara telekomunikasi sebesar Rp 3,02 triliun dan nonpenyelenggara telekomunikasi Rp 1,58 triliun. Pendapatan bersih menjadi Rp 4,64 triliun karena dikurangi indefeasible right of use (IRU) sebesar Rp 31,64 miliar.

Sedangkan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan penyelenggara telekomunikasi terdiri dari jaringan domestik Rp 1,07 triliun, internet Rp 945,21 miliar, VSAT Rp 629,28 miliar, dan jaringan internasional Rp 377,77 miliar. Khusus pendapatan dari non-penyelenggara telekomunikasi, terbagi menjadi pendapatan proyek konsesi Rp 1,11 triliun, pusat data Rp 46,21 triliun, dan lain-lain Rp 422,67 triliun.

ADVERTISEMENT

“Pendapatan non-penyelenggara telekomunikasi lain-lain merupakan pendapatan dari proyek pembangunan fiberisasi,” jelas manajemen dalam laporan keuangan tahun buku 2022, dikutip pada Minggu (5/3/2023).

Selanjutnya, dilihat dari total aset, MORA mencatatkan total aset Rp 14,91 triliun tahun lalu, naik tipis dari Rp 14,56 triliun pada akhir 2021. Jumlah aset perseroan per 31 Desember 2022 pun terdiri dari aset lancar Rp 3,6 triliun dan aset tidak lancar Rp 11,31 triliun.

Pada periode yang sama, MORA masih membukukan tanggung jawab keuangan (liabilitas) senilai total Rp 8,68 triliun, terdiri dari liabilitas jangka pendek Rp 2,99 triliun dan liabilitas jangka panjang Rp 1,31 triliun. Jumlah liabilitas ini, turun dari 2021 yang senilai total Rp 5,68 triliun.

Akhir tahun lalu, Moratelindo membentuk perusahaan patungan (joint venture/JV) dengan perusahaan investasi asal Jepang, Mitsui & Co Ltd. Kerja sama ini bertujuan menggarap proyek pembangunan infrastruktur telekomunikasi senilai Rp 2,64 triliun. JV tersebut juga nantinya mengembangkan infrastruktur pasif telekomunikasi lainya.

Moratelindo dan Mitsui bermaksud kolaborasi dalam technical know-how pembangunan infrastruktur pasif telekomunikasi, baik teknis sipil maupun teknis telekomunikasi. Sedangkan Mitsui akan berkontribusi dalam pengaturan penataan proyek dan Moratelindo akan berkontribusi dalam hal relasi-relasi dengan pemerintahan daerah. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 19 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia