Kinerja Sido Muncul Sesuai Ekspektasi Saat Pandemi
JAKARTA, investor.id - Peningkatan penjualan domestik ditambah efisiensi menjadi faktor utama yang membuat kinerja keuangan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) pada semester I-2020 sesuai ekspektasi. Pertumbuhan kinerja diperkirakan berlanjut, seiring peningkatan permintaan pasar terhadap produk perseroan dan kehadiran produk baru.
Analis Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto mengungkapkan, peningkatan volume penjualan produk di pasar domestik dan efisiensi menjadi pendongkrak laba bersih Sido Muncul sepanjang semester I-2020. Sedangkan ekspor produk perseroan menunjukkan penurunan akibat lockdown di sejumlah Negara akibat pandemi Covid-19.
“Realisasi laba bersih perseroan semester I-2020 tersebut setara dengan 51% dari target kami. Perolehan tersebut juga setara dengan 47% dari consensus analis,” tulis Natalia dalam risetnya, baru-baru ini.
Hingga akhir semester I-2020, Sido Muncul mencetak kenaikan laba bersih sebesar 10,61% menjadi Rp 413,79 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp 374,11 miliar. Kenaikan tersebut didukung oleh pertumbuhan penjualan dari Rp 1,41 triliun menjadi Rp 1,45 triliun.
Penyumbang utama pendapatan, yaitu penjualan makanan dan minuman sebesar Rp 469,16 miliar, segmen jamu herbal dan suplemen senilai Rp 923,19 miliar, dan bagian farmasi Rp 67 miliar. Kenaikan laba juga didukung oleh keberhasilan perseroan menekan beban umum dan administrasi sebesar 13,63% menjadi Rp 91,13 miliar, meskipun begitu beban penjualan dan pemasaran naik tipis yakni Rp 187,68 miliar atau setara dengan 0,71%.
Realisasi tersebut mendorong Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi hold saham SIDO dengan target harga Rp 1.330. Target harga tersebut didasari PE saham sektor konsumsi sebesar 24,1 kali dibandingkan PE saham SIDO saat ini sebesar 22,1 kali.
Target harga saham tersebut juga mempertimbangkan peluang kenaikan laba bersih Sido Muncul menjadi Rp 818,44 miliar tahun ini dibandingkan perolehan tahun lalu senilai Rp 807,68 miliar.
Pendapatan perseroan juga diharapkan bertumbuh dari Rp 3,06 triliun menjadi Rp 3,16 triliun. Sedangkan margin keuntungan bersih perseroan diperkirakan relatif stabil sebesar 25,7% tahun ini dibandingkan tahun lalu 25,8%.
Target harga ini pun mempertimbangkan keberhasilan perseroan dalam meluncurkan tujuh varian produk pada kuartal II-2020. Target tersebut juga didukung oleh kuatnya posisi kas internal perseroan, rasio dividen yang tinggi, manaje men perusahaan yang baik, dan masih besarnya ruang pertumbuhan penjualan ke depan.
Pandangan senada juga diungkapkan oleh analis Mandiri Sekuritas Lakshmi Rowter dalam risetnya. Menurut dia, realisasi kinerja keuangan Sido Muncul sepanjang semester I-2020 sesuai harapan. Raihan pendapatan perseroan setara dengan 46,1% dari target tahun ini. Sedangkan pencapaian laba bersih semester I-2020 mencerminkan 47,5% dari target tahun ini.
Pertumbuhan kinerja keuangan tersebut didukung oleh kuatnya permintaan produk perseroan pada kuartal II tahun ini hingga bisa mengimbangi penurunan permintaan impor produk herbal perseroan ke Filipina.
Pertumbuhan laba bersih juga didukung oleh berjalannya efisiensi biaya yang berujung pada kenaikan laba bersih perseroan.
Terkait kinerja keuangan pada semester II tahun ini, Lakshmi memperkirakan bahwa perseroan berpeluang melanjutkan pertumbuhan. Hal ini didukung oleh upaya perseroan untuk melanjutkan peluncuran produk baru seperti yang telah dilakukan pada semester I-2020 dengan meluncurkan 14 produk baru.
Pertumbuhan juga didukung oleh suplai dan logistik produk ke jaringan distribusi yang sudah berjalan normal setelah sempat terkendala akibat pembatasan sosial di sejumlah daerah. Peningkatan penjualan juga diperkirakan datang dari pertumbuhan permintaan pasar domestik yang didorong oleh permintaan produk imunitas tubuh, seperti yang terjadi pada semester I tahun ini.
Kenaikan volume penjualan pasar domestic juga bakal ditopang oleh peningkatan permintaan sejumlah produk inti perseroan, seperti Tolak Angin dan beberapa produk baru yang telah diluncurkan. Lakshmi memperkirakan kontribusi penjualan melalui saluran pasar modern akan melanjutkan peningkatan pada paruh kedua tahun ini dibandingkan semester I-2020, dengan kontribusi mencapai 15% terhadap total penjualan.
Peningkatan penjualan juga bakal ditopang oleh penguatan aktivitas penjualan melalui platform e-commerce, khususnya Tokopedia dan Shopee.
Adapun kembali normalnya logistic dan suplai ke jaringan penjualan toko umum juga diharapkan mendorong peningkatan penjualan Sido Muncul pada paruh kedua tahun ini.
Sementara itu, manajemen Sido Muncul juga memberikan pandangan bahwa kinerja operasional dan keuangan semester II tahun ini diprediksi lebih baik dibandingkan pencapaian paruh pertama tahun ini. Bahkan, perseroan merevisi naik target pendapatan dari sebelumnya mendatar menjadi tumbuh single digit.
Sedangkan pertumbuhan laba bersih direvisi naik dari satu digit menjadi dua digit. Berbagai faktor tersebut mendorong Mandiri Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham SIDO dengan target harga Rp 1.450.
Sebelumnya, Direktur Utama Sido Muncul David Hidayat mengatakan, perseroan telah menyiapkan sejumlah strategi dalam menghadapi pandemi, salah satunya dengan dengan melakukan penyesuaian produk. Hal ini diharapkan mendorong pertumbuhan penjualan hingga akhir tahun mencapai 10%.
Produk yang bakal digenjot sejalan dengan kebutuhan masyarakat dalam masa pandemi, seperti produk suplemen daya tahan tubuh Vit C-1000 dan Tolak Angin. Perseroan juga akan menambahkan produk terbaru yang berbasis pada obat-obat herbal. Di antaranya, peluncuran kapsul herbal JSH yang mengandung alkali 11+ yang berguna sebagai membantu kesehatan agar tidak mudah terjangkit virus.
Perseroan juga akan mengoptimalkan penjualan penjualan lokal dengan melakukan penyesuaian jalur distribusi. Hal ini sangat dibutuhkan akibat penjualan ekspor sempat terkendala setelah pandemi Covid-19 melanda sejumlah negara.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now



