Jumat, 15 Mei 2026

Adaro-Medco-TBS Teken Kerja Sama EBT, Detailnya Begini

Penulis : Thresa Sandra Desfika
20 Mar 2023 | 08:05 WIB
BAGIKAN
PT Adaro Clean Energy Indonesia (Adaro Green), PT Medco Power Indonesia (Medco Power), dan PT Energi Baru TBS (Energi Baru) menandatangani nota kesepahaman. (Ist)
PT Adaro Clean Energy Indonesia (Adaro Green), PT Medco Power Indonesia (Medco Power), dan PT Energi Baru TBS (Energi Baru) menandatangani nota kesepahaman. (Ist)

JAKARTA, investor.id - PT Energi Baru TBS, anak perusahaan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), bersama PT Adaro Clean Energy Indonesia dan PT Medco Power Indonesia meneken nota kesepahaman pengembangan energi terbarukan dan peluang industrialisasi rantai pasok solar PV/BESS di Indonesia.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia dan Singapura telah terlebih dahulu menandatangani nota kesepahaman mengenai kerja sama investasi pengembangan industri dan kapabilitas manufaktur energi terbarukan hulu danhilir di Indonesia dalam pertemuan pemimpin Singapura-Indonesia di Singapura pada Kamis (16/03/2023).

Penandatanganan nota kesepahaman Adaro, Medco, TBS dilakukan oleh Direktur Utama PT Energi Baru TBS Dimas Adi Wibowo, Presiden Direktur PT Adaro Clean Energy Indonesia (Adaro) Dharma Hutama Djojonegoro dan Presiden Direktur PT Medco Power Indonesia (Medco Power) Eka Satria.

ADVERTISEMENT

Penandatanganan nota kesepahaman menjadi wujud keseriusan EBT dan perusahaan lainnya dalam membangun iklim rantai pasok solar PV dan sistem penyimpanan energi baterai (SPEB) di Indonesia. EBT berkomitmen untuk mendukung program pemerintah Indonesia dalam mewujudkan cita-cita meningkatkan produksi dalam negeri, terutama industri rantai pasok solar PV/SPEB di Indonesia.

Dalam kerja sama ini, Energi Baru TBS akan memanfaatkan MoU kerja sama energi terbarukan antara Indonesia dan Singapura untuk memfasilitasi investasi dalam pengembangan industri manufaktur energi terbarukan di Indonesia, termasuk fotovoltaik surya (PV) dan sistem penyimpanan energi baterai (BESS). Juga memanfaatkan investasi untuk proyek ekspor listrik ke Singapura sebagai permulaan, dan secara strategis untuk pengembangan kelistrikan nasional yang lebih terintegrasi.

“Kami menyambut dengan baik dan mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat pengembangan industri energi terbarukan di Indonesia. Kerjabsama ini akan memperkuat kontribusi kami dalam pengembangan proyekproyek energi terbarukan yang eksisting dan baru untuk masa depan Indonesia yang lebih hijau,” ujar Direktur Utama Energi Baru TBS Dimas Adi Wibowo dalam keterangan resmi dikutip Senin (20/3/2023).

Penandatangan nota kesepahaman tersebut merupakan komitmen dari perusahaan-perusahaan pembangkit listrik di Indonesia untuk mempromosikan pengembangan infrastruktur dan industri energi terbarukan, terutama energi surya, sebagai sumber energi terbarukan terbesar yang akan memberikan kontribusi lebih dari 50% dari pembangkitan listrik domestik pada tahun 2060.

Upaya ini sejalan dengan komitmen Towards a Better Society 2030 (TBS 2030), di mana TBS telah menetapkan inisiatif untuk memangkas emisi karbon, meningkatkan kualitas lingkungan, meningkatkan kesejahteraan sosial, dan meningkatkan tata kelola perusahaan.

Langkah yang dilakukan TBS melalui anak usahanya ini juga akan mencakup proyek-proyek terkait pembangkit listrik tenaga surya dan fasilitas manufaktur dari rantai pasok panel surya dan BESS. Dengan demikian, Energi Baru TBS dan mitra-mitra bisnisnya berharap dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan, masyarakat, dan ekonomi Indonesia.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 12 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 44 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 55 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 59 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia