Jumat, 15 Mei 2026

Jayamas Medica Industri (OMED) Catat Laba Bersih Rp 291 Miliar

Penulis : Kunradus Aliandu
20 Mar 2023 | 16:13 WIB
BAGIKAN
Pencatatan saham OMED
Pencatatan saham OMED

JAKARTA, investor.id - PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) berhasil mencatatkan kinerja positif selama 2022. Dari laporan keuangan audit perseroan 2022, OMED mampu mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 1,74 triliun dan laba bersih sebesar Rp 290.5 miliar. Direktur OMED Leonard Hartanto menyampaikan bahwa kinerja perseroan selama 2022 memang menurun dibandingkan tahun sebelumnya seiring ada penurunan rata-rata harga jual perseroan dikarenakan adanya normalisasi harga pasca pandemi.

“Memang secara kinerja keuangan, pendapatan kami mencatatkan penurunan sebesar 21.9% secara yoy dan penurunan laba bersih sebesar 49.1% yoy, namun secara kinerja operasional perseroan tetap mencatatkan kinerja positif, sehingga publik tidak perlu khawatir. Penurunan ini adalah dampak normalisasi harga pasca pandemi,” kata Leonard dalam keterangannya, Senin (20/3/2023).

Ia mengungkapkan, secara operasional perseroan mampu meningkatkan volume penjualan sebesar 14,8% selama 2022, yang didukung oleh penjualan produk utama perseroan dari kategori medical disposable and consumables yang mampu meningkat 33,2% yoy. “Perseroan sendiri tetap mampu meningkatkan penjualan walaupun adanya normalisasi pasca pandemi, karena rekam jejak perseroan yang telah lama berada di industri alat kesehatan jauh sebelum pandemi, dan tingkat mutu dan kualitas produk perseroan yang tinggi,” lanjut Leonard.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, OMED juga mampu mencetak laba kotor sebesar Rp 552,5 miliar dan laba operasional sebesar Rp 378,6 miliar pada 2022. Dari sisi penjualan, OMED berhasil mencatatkan penjualan sebanyak 1,93 miliar unit untuk kategori medical disposable & consumables, sebanyak 354,9 juta unit untuk kategori antiseptic & dialysis, sebanyak 72,6 juta unit untuk kategori biotech & laboratorium, sebanyak 3,1 juta unit untuk kategori diagnostic & equipment, sebanyak 127 ribu unit untuk kategori walking aids & rehab, dan sebanyak 18 ribu unit untuk kategori hospital furniture. Secara keseluruhan, OMED berhasil menjual sebanyak 2,36 miliar unit produknya selama 2022, meningkat sebesar 14,8% yoy dari penjualan 2021 sebanyak 2,06 miliar unit.

Leonard menambahkan, selama 2022, perseroan telah berhasil menjalankan strategi perseroan secara efektif, yakni konsisten meningkatkan volume penjualan, terutama produk kategori medical disposable & consumables, yang merupakan produk utama milik perseroan, yang terdiri dari gloves, masks, syringes, needles, gauze, dan wound care. “Fokus kami untuk 2022, dimana adanya normalisasi pasca pandemi, kami fokus untuk meningkatkan volume penjualan produk kami terutama produk-produk di atas, dimana penjualan kategori medical disposable & consumables mencapai sekitar 65% dari total penjualan kami,” ujarnya.

Leonard menambahkan bahwa pihaknya optimis bahwa kinerja perseroan akan tetap meningkat di 2023 dengan target kenaikan pendapatan usaha sekitar 25-30% didorong oleh faktor regulasi impor, dan juga meningkatnya investasi terkait perbaikan infrastruktur pelayanan kesehatan oleh para stakeholders. “Untuk 2023, perseroan akan berfokus untuk menambah kapasitas produksi dengan membangun pabrik baru. Pabrik baru kami nantinya fokus pada produk-produk perseroan yang memiliki pertumbuhan permintaan yang tinggi, antara lain wound care, syringe & needle, uro catherer, pregnancy test, dan blood collection tube. Namun, perseroan juga tidak menutup kemungkinan apabila ada produk-produk lainnya yang memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi selain produk-produk di atas,” tambah Leonard.

Selain itu, perseroan juga akan memperluas jaringan distribusi penjualan dengan penambahan distribution branches dan national distribution center di Jakarta, Makassar, Depok, Kediri, Subang dan Cikarang serta menargetkan penambahan cabang retail perseroan sebanyak 25 cabang selama 5 tahun ke depan.

Di sisi lain, total aset perseroan meningkat dari Rp 1,7 triliun menjadi Rp 2,5 triliun pada akhir 2022. Total ekuitas juga meningkat dari Rp 1,2 triliun di 2021 menjadi Rp 2,0 triliun pada akhir 2022. Sedangkan, total liabilitas perseroan menurun menjadi Rp 438 miliar pada akhir 2022 dari posisi akhir 2021 sebesar Rp 481 miliar.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 18 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia