Kinerja Adaro (ADRO) Masuk Fase Konsolidasi, Sahamnya Sell nih?
JAKARTA, investor.id – PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) mencetak laba bersih US$ 590 juta pada kuartal IV-2022, turun 14,6% secara kuartalan, tetapi naik 15% secara tahunan. Tahun ini, kinerja Adaro diprediksi masuk fase konsolidasi.
UOB Kay Hian Sekuritas mengungkapkan, laba bersih Adaro Energy pada kuartal IV-2022 dipengaruhi oleh penurunan harga jual rata-rata (ASP) batu bara dan peningkatan komisi penjualan. ASP pada kuartal IV-2022 turun 8,1% (qoq) menjadi US$ 128 per ton dibandingkan US$ 138 per ton pada kuartal III-2022.
“Meski demikian, pencapaian laba bersih tersebut sesuai perkiraan dan konsensus analis, yakni masing-masing 100% dan 102%,” tulis analis UOB Kay Hian Sekuritas, Limartha Adhiputra dalam riset terbaru.
Tahun ini, dia memproyeksikan laba bersih Adaro Energy turun 41,1% menjadi US$ 1,47 miliar. “Pertahankan sell dengan target harga lebih rendah Rp 2.600,” sebut Limartha. Pada perdagangan Jumat (24/3/2023), saham ADRO ditutup pada harga Rp 2.680.
Tahun lalu, pada kuartal IV, pendapatan ADRO mencapai US$ 2,2 miliar, turun 7,7% (qoq), tetapi melonjak 53,8% (yoy). Hal itu terutama disebabkan oleh ASP batu bara yang lebih rendah pada kuartal IV-2022 sebesar US$ 128 per ton, turun 8,1% dibandingkan kuartal III-2022 yang sebesar US$ 139 per ton.
EBITDA kuartal IV-2022 juga turun 15,6% menjadi US$ 1,23 miliar dibandingkan kuartal III-2022 yang sebesar US$ 1,46 miliar, namun meningkat signifikan 29% dari EBITDA kuartal IV-2021 yang sebesar US$ 955 juta.
Dia menjelaskan, laba bersih setelah pajak (NPAT) ADRO pada 2022 tumbuh 167% (yoy) menjadi US$ 2,49 miliar, yang didukung oleh peningkatan ASP dan pertumbuhan volume penjualan. ASP 2022 mencapai US$ 129 per ton, naik 73,9% (yoy) dibandingkan US$ 74,4 per ton pada tahun sebelumnya. Volume penjualan juga naik 18,9% (yoy) menjadi 61,3 juta ton.
Pendapatan ADRO tahun lalu mencapai US$ 8,1 miliar atau sekitar 108% dan 105% dari perkiraan dan konsensus analis. Sebab itu, masih ada ruang penilaian ulang bagi ADRO sambil memantau fluktuasi harga batu bara pada tahun ini.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






