Jumat, 15 Mei 2026

Kinerja Adaro (ADRO) Masuk Fase Konsolidasi, Sahamnya Sell nih?

Penulis : Ely Rahmawati
24 Mar 2023 | 18:32 WIB
BAGIKAN
Truk membawa batubara di area pertambangan PT Adaro Indonesia di Tabalong, Kalimantan Selatan. (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo/kye/17)
Truk membawa batubara di area pertambangan PT Adaro Indonesia di Tabalong, Kalimantan Selatan. (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo/kye/17)

JAKARTA, investor.id – PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) mencetak laba bersih US$ 590 juta pada kuartal IV-2022, turun 14,6% secara kuartalan, tetapi naik 15% secara tahunan. Tahun ini, kinerja Adaro diprediksi masuk fase konsolidasi.

UOB Kay Hian Sekuritas mengungkapkan, laba bersih Adaro Energy pada kuartal IV-2022 dipengaruhi oleh penurunan harga jual rata-rata (ASP) batu bara dan peningkatan komisi penjualan. ASP pada kuartal IV-2022 turun 8,1% (qoq) menjadi US$ 128 per ton dibandingkan US$ 138 per ton pada kuartal III-2022.

“Meski demikian, pencapaian laba bersih tersebut sesuai perkiraan dan konsensus analis, yakni masing-masing 100% dan 102%,” tulis analis UOB Kay Hian Sekuritas, Limartha Adhiputra dalam riset terbaru.

ADVERTISEMENT

Tahun ini, dia memproyeksikan laba bersih Adaro Energy turun 41,1% menjadi US$ 1,47 miliar. “Pertahankan sell dengan target harga lebih rendah Rp 2.600,” sebut Limartha. Pada perdagangan Jumat (24/3/2023), saham ADRO ditutup pada harga Rp 2.680.

Tahun lalu, pada kuartal IV, pendapatan ADRO mencapai US$ 2,2 miliar, turun 7,7% (qoq), tetapi melonjak 53,8% (yoy). Hal itu terutama disebabkan oleh ASP batu bara yang lebih rendah pada kuartal IV-2022 sebesar US$ 128 per ton, turun 8,1% dibandingkan kuartal III-2022 yang sebesar US$ 139 per ton.

EBITDA kuartal IV-2022 juga turun 15,6% menjadi US$ 1,23 miliar dibandingkan kuartal III-2022 yang sebesar US$ 1,46 miliar, namun meningkat signifikan 29% dari EBITDA kuartal IV-2021 yang sebesar US$ 955 juta.

Dia menjelaskan, laba bersih setelah pajak (NPAT) ADRO pada 2022 tumbuh 167% (yoy) menjadi US$ 2,49 miliar, yang didukung oleh peningkatan ASP dan pertumbuhan volume penjualan. ASP 2022 mencapai US$ 129 per ton, naik 73,9% (yoy) dibandingkan US$ 74,4 per ton pada tahun sebelumnya. Volume penjualan juga naik 18,9% (yoy) menjadi 61,3 juta ton.

Pendapatan ADRO tahun lalu mencapai US$ 8,1 miliar atau sekitar 108% dan 105% dari perkiraan dan konsensus analis. Sebab itu, masih ada ruang penilaian ulang bagi ADRO sambil memantau fluktuasi harga batu bara pada tahun ini.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 14 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 46 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 57 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia