Jumat, 15 Mei 2026

Segar Kumala (BUAH) Targetkan Pendapatan Naik 30%

Penulis : Harso Kurniawan
30 Mar 2023 | 04:20 WIB
BAGIKAN
Fasilitas PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH) di Surabaya. (Foto ilustrasi: Perseroan)
Fasilitas PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH) di Surabaya. (Foto ilustrasi: Perseroan)

JAKARTA, investor.id – PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH) kembali berekspansi dengan meresmikan cold storage di daerah Cakung, Jakarta Timur. Sejalan dengan itu, perseroan menargetkan pendapatan naik 30% tahun ini. Ini adalah aksi korporasi kedua Segar Kumala di kuartal I-2023, setelah meresmikan cabang ke 13 di kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, 1 Maret lalu.

Peresmian cold storage ini menambah kapasitas gudang perseroan sebanyak 2.000 Ton. Hal ini diyakini dapat mendongkrak pendapatan Segar Kumala.

Direktur utama Segar Kumala Indonesia (BUAH) Renny Lauren mengatakan, penambahan kapasitas ini dapat berdampak signifikan ke perseroan. Sebab, Jakarta dan sekitarnya merupakan pasar terbesar Segar Kumala selama ini.

ADVERTISEMENT

“Artinya, dengan cold storage ini, kami dapat mengisi demand Jakarta yang sebelumnya tidak tertampung, karena keterbatasan Gudang penyimpanan. Alhasil, pendapatan kami bisa meningkat,” kata dia, Rabu (29/3/2022).

Segar Kumala, kata dia, menargetkan kenaikan pendapatan sebesar 30% tahun 2023 di tengah isu resesi perekonomian dunia. Target itu dinilai realistis, seiring sejumlah aksi korporasi perseroan.

Renny menambahkan, tahun 2022, pertumbuhan pendapatan Segar Kumala mencapai 35,7% menjadi Rp 1,38 triliun, dengan laba Rp 24,6 miliar. Perseroan bersyukur dengan pencapaian  tersebut, mengingat 2022 adalah tahun yang cukup berat.

Dia menilai, kenaikan beban pokok penjualan (COGS) akibat resesi menjadi salah satu faktor utama pertumbuhan laba perseroan belum maksimal. Sebab, perseroan berusaha mengimbangi kondisi daya beli masyarakat dan kenaikan COGS.

Di sisi lain, dia menerangkan, perseroan masih memberikan dukungan kepada cabang-cabang yang dibuka tahun 2022. “Tentunya, cabang-cabang ini memerlukan waktu agar dapat lebih maksimal dalam menaikkan pendapatan,” tutup Renny. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 26 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 30 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia