Emiten Kantongi Dana Rp 28,2 Triliun dari Surat Utang, Minat Tak Surut!
JAKARTA, investor.id - Sebanyak 22 emiten kantongi dana Rp 28,2 triliun dari surat utang atau emisi obligasi dan sukuk (EBUS) sepanjang tahun 2023. Dana tersebut diraih setelah menerbitkan 23 emisi EBUS. Hal ini menunjukan minat emiten tak surut meski di era suku bunga tinggi.
Pekan ini, bahkan ada dua emiten menerbitkan obligai dan sukuk. Pertama, PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Spindo Tahap I Tahun 2023 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Spindo Tahap I Tahun 2023 yang resmi dicatatkan di BEI pada Selasa (4/4/2023).
Nilai nominal obligasi yang dicatatkan adalah sebesar Rp 250 miliar, sedangkan sukuk sebesar Rp 155 miliar. PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) menetapkan peringkat idA- (Single A Minus) untuk obligasi dan idA-(sy) (Single A Minus Syariah) untuk sukuk. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai wali amanat dalam emisi ini.
Kemudian pada Rabu (5/4/2023), PT Tunas Baru Lampung Tbk menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Tunas Baru Lampung Tahap I Tahun 2023, yang resmi dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp 425 miliar.
Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Kredit Indonesia (PKRI) untuk obligasi adalah inaA (Single A). PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk bertindak sebagai wali amanat dalam emisi ini.
Dengan kehadian keduanya tersebut, Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 519 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp 448,38 triliun dan US$ 47,5 juta, diterbitkan oleh 128 emiten.
Sedangkan Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 189 seri dengan nilai nominal Rp 5.495,98 triliun dan US$ 486,11 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 8 emisi senilai Rp 3,10 triliun.
Sebelumnya, Nyoman Yetna menambahkan, di pipeline BEI masih ada sejumlah rencana penggalangan dana setelah kuartal I-2023, salah satunya melalui EBUS. Tercatat, terdapat 21 emisi dari 18 penerbit yang sedang berada di pipeline dengan klasifikasi yaitu satu perusahaan sektor energi.
“Ditambah lagi, 11 perusahaan sektor keuangan, lima perusahaan sektor industri, dua perusahaan sektor infrastruktur, satu perusahaan sektor property, dan satu perusahaan sektor transportasi,” tutup Nyoman.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






