Jumat, 15 Mei 2026

Kuartal I, Pendapatan Arsy Buana Travelindo Melonjak 195%

Penulis : Harso Kurniawan
14 Apr 2023 | 21:44 WIB
BAGIKAN
Pencatatan saham PT Arsy Buana Travelindo Tbk (HAJJ) di BEI, 5 April 2023. (ist)
Pencatatan saham PT Arsy Buana Travelindo Tbk (HAJJ) di BEI, 5 April 2023. (ist)

JAKARTA, Investor.id – Pendapatan PT Arsy Buana Travelindo Tbk (ABT/HAJJ) melonjak 195% menjadi Rp 121 miliar kuartal I-2023, dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 41 miliar. Hal ini ditopang normalnya kegiatan ibadah umrah ke Arab Saudi, menyusul makin terkendalinya pandemi Covid-19.

Saipul Bahri, direktur utama ABT, menegaskan, ibadah umrah telah memasuki fase normalisasi. Sebab, pemerintah Arab Saudi telah membuka kembali ibadah umrah selepas meredanya pandemi Covid-19.

Dia menuturkan, pascapembukaan itu, sebanyak 1,5 juta orang telah menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci. Alhasil, ABT selaku penyedia layanan (service provider) umrah dan haji meliputi penyediaan kamar hotel, tiket, dan land arrangement (LA) turut menikmati berkah.

Saipul mencatat, sebanyak 112 penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) bermitra dengan ABT dari total sebanyak 2.000. Dalam kerja sama itu, ABT untuk menyediakan kebutuhan jemaah umrah dan haji PPIU.

ADVERTISEMENT

Pada 2022, dia menerangkan, bisnis ABT mulai menggeliat kembali, setelah sempat terhenti akibat pandemi Covid-19. Tahun lalu, ABT mampu mengumpulkan pendapatan Rp 320 miliar dengan lonjakan laba bersih hingga 2.500%. Tren ini berlanjut memasuki 2023.  

Tahun ini, perseroan menargetkan pendapatan Rp 460 miliar, dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 320 miliar. Dia meyakini, target pendapatan itu tercapai, karena realisasi sampai kuartal I sudah melampaui target.

Tahun 2023, dia menerangkan, perseroan menargetkan melayani sekitar 16 ribu jemaah umrah ke Tanah Suci, naik dari tahun lalu 14 ribu. Tahun depan, ABT membidik penanganan 16-18 ribu Jemaah umrah.

“Jemaah umrah Indonesia mencapai 1,5 juta per tahun. Jumlah ini diyakini terus melesat, mengingat Arab Saudi menargetkan jumlah jemaah umrah menembus 30 juta pada 2023. Ini memperkuat prospek bisnis ABT,” kata Saipul di Jakarta, Jumat (14/4/2023).

Dia menilai, bisnis layanan umrah dan haji sangat besar. Dalam satu tahun, nilai pasar ekosistem layanan ini mencapai Rp 200 triliun.

Sejalan dengan itu, dia menuturkan, ABT berniat menambah jumlah kamar hotel dari saat ini sebanyak 800. ABT kini bekerja sama dengan sejumlah hotel, seperti Al Fajr Al Badea dan Al Janadriyah di Mekah. “Selain itu, kami lakukan terobosan dalam hal penambahan pesawat, misalnya, dengan  charter flight,” kata dia.

Di Mekah atau Madinah, dia menerangkan, rata-rata negara lain sudah meneken kontrak sewa jangka panjang. Ke depan, ABT akan meneken beberapa kontrak dengan sejumlah hotel untuk menambah pasokan kamar.

“Bisnis akan kami jaga, sehingga ke depan, akan bertambah jumlah PPIU yang bekerja sama dengan kami,” kata dia.  

Kinerja Saham

Di sisi lain, dia menilai, prospek bisnis ABT yang solid direspons positif oleh pelaku pasar. Buktinya, saham HAJJ naik 23% dalam sepekan setelah menjalni debut di Bursa Efek Indonesia (BEI). Bahkan, saham ini, berkali-kali kena autoreject atas (ARA). Hari ini, saham HAJJ naik 9,4% ke level Rp 208 dan kena ARA lagi.

“Saya bersyukur, kami berada di papan akselerasi. Kami berhasil meyakinkan stakeholder sehingga menjadi benchmarch di pasar,” kata dia.

Selama penawaran umum, kata dia, saham HAJJ juga direspons sangat baik. Buktinya, IPO HAJJ kelebihan permintaan 33 kali. Investor besar dan ritel masuk saham HAJJ, karena sudah memahami karakter industri travel haji dan umrah.  

Saipul menegaskan, mekanisme pasar yang mendongkrak saham HAJJ terus ARA. Dia berharap saham HAJJ menjadi salah satu instrumen investasi, termasuk untuk investor jangka panjang.

ABT mencatatkan saham di BEI 5 April 2023, setelah sukses menggelar IPO. Dalam aksi itu, perseroan melepas 687 juta saham dengan harga pelaksanaan Rp 140. Perseroan meraup dana segar Rp 96,1 miliar.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 16 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia