Target Harga Saham BBTN Tinggi, Ini Alasannya
JAKARTA, Investor.id – RHB Sekuritas memasang target harga tinggi saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN/BBTN), yakni Rp 1.900, dengan rekomendasi buy. Itu artinya, potensi gain saham bank spesialis KPR ini sekitar 53%, dibandingkan harga penutupan Jumat pekan lalu Rp 1.245.
RHB mencatat, ada beberapa alasan penguatan saham BBTN ke depan. Pertama, biaya dana (cost of fund/CoF) diprediksi turun kuartal II tahun ini, seiring manuver perseroan menurunkan bunga deposito berjangka sejak Maret 2023. BTN kini hanya menawarkan bunga special deposito berjangka ke pelanggan kunci.
Kedua, tulis RHB, rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) diprediksi menurun, menyusul membaiknya ekonomi. Memang, pada akhir Maret 2023, rasio NPL BTN naik menjadi 3,54%, dibandingkan Desember 2022 sebesar 3,38%. Tetapi, ini dipicu langkah manajemen menghentikan restrukturisasi kredit Covid-19 sejak November 2022.
Manajemen bank pelat merah itu percaya, rasio NPL akan menurun pada paruh kedua tahun ini. Alasannya, kenaikan rasio NPL setelah restrukturisasi dihentikan tidak sebesar yang diprediksi perseroan.
“BTN juga berniat menggenjot pertumbuhan kredit melalui kolaborasi dengan 27 pengembang besar. Ini juga bisa meningkatan rasio dana murah (CASA),” tulis broker itu dalam laporan riset, dikutip Senin (1/5/2023).
BTN, tulis RHB, telah menjalin kerja sama dengan Podomoro, BSD, dan Ciputra untuk mengucurkan kredit. Patut dicatat, nilai kredit pemilikan rumah ketiga pengembang itu di atas Rp 750 juta, di atas basis debitur BRN.
Imbasnya, dana pihak ketiga BTN diprediksi meningkat, lantaran membidik masyarakat dengan pendapatan Rp 8-30 juta per bulan. Ini akan mempermudah BTN untuk menaikkan rasio dana murah.
Di sisi lain, laba bersih BTN yang naik 3,5% menjadi Rp 801 miliar kuartal I-2023 sejalan dengan proyeksi RHB. Pertumbuhan itu didorong kenaikan pendapatan nonbunga dan penurunan biaya operasional. Debitur seperti ini juga cenderung menggunakan layanan perbankan digital, sehingga bisa mengerek pendapatan berbasis komisi dari saluran digital.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






