Awet Dipegang Lo Kheng Hong, Saham Ini Makin Menjadi-jadi
JAKARTA, investor.id - Saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) seakan-akan menjawab kesetiaan investor kawakan Lo Kheng Hong yang telah mengoleksinya dalam beberapa tahun terakhir.
Pada perdagangan 28 April 2023, saham GJTL ditutup menguat 5,26% ke Rp 700. Dalam satu bulan saham ini melesat 16,67%, selama periode year to date (ytd) terbang 23,89%, dan dalam 3 tahun terakhir melambung 122,93%.
Investor kawakan Lo Kheng Hong tercatat setia memiliki sebanyak 180.001.000 saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) atau 5,1% per 31 Maret 2023. Jumlahnya masih sama dengan kepemilikan di bulan sebelumnya.
Selain Lo Kheng Hong, pemegang saham GJTL adalah Compagnie Financiere 10%, Denham Pte Ltd selaku pengendali 49,5%, dan masyarakat 35,4%.
Dalam buku berjudul Lo Kheng Hong Orang Miskin yang Menjadi Triliuner di Bursa Efek Indonesia karya Lukas Setia Atmaja, disebutkan bahwa pada 8 Januari 2021 tersebar berita bahwa Lo Kheng Hong memiliki lebih dari 5% saham GJTL.
Rupa-rupanya, sebut Lukas pada buku tersebut, saat pandemi tahun 2020, Lo Kheng Hong memborong banyak saham GJTL. Saat itu harga GJTL berkisar antara Rp 260-550. PER (price earning ratio) selama 3 kuartal pertama tahun 2020 adalah negatif karena GJTL merugi, sedangkan PBV (prive to book value) berkisar 0,2 hingga 0,4.
Kuartal I
Gajah Tunggal sendiri sukses mencatatkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 265,69 miliar pada kuartal I-2023, terbang 271,7% dari Rp 71,47 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Adapun laba per saham dasar Rp 76,3 sampai dengan 31 Maret 2023, naik dari Rp 20,5 pada kuartal I-2022.
Dalam laporan keuangan kuartal I-2023, Gajah Tunggal membukukan penjualan bersih Rp 4,44 triliun, naik 5,2% dari Rp 4,22 triliun. Sedangkan beban pokok penjualan Rp 3,56 triliun, turun dari Rp 3,58 triliun.
Laba kotor Gajah Tunggal pada 3 bulan pertama 2023 sebesar Rp 881,13 miliar, lebih besar dari Rp 641,64 miliar.
Perseroan mencatatkan beban penjualan Rp 287,46 miliar, beban umum dan administrasi Rp 172,36 miliar, beban keuangan Rp 175,28 miliar, keuntungan kurs mata uang asing – bersih Rp 107,32 miliar, bagian rugi bersih entitas asosiasi dan ventura bersama Rp 29,82 miliar, penghasilan bunga Rp 8,3 miliar, dan keuntungan lain-lain Rp 19,51 miliar.
Laba sebelum pajaknya Rp 351,33 miliar, melonjak ketimbang posisi 3 bulan awal tahun lalu di Rp 122,89 miliar. Sedangkan beban pajak di kuartal I-2023 Rp 88,37 miliar, sehingga laba bersih periode berjalan Rp 262,96 miliar, melesat dari kuartal I-2022 Rp 69,73 miliar.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






