Tunggu Hasil FOMC, Siap-Siap Buy the Dip Bitcoin
JAKARTA, investor.id – Pasar kripto dipercaya akan bereaksi negatif terhadap hasil Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed, yang diprediksi menetapkan kenaikan suku bunga 25 basis points (bps). Sehingga investor disarankan buy the dip Bitcoin (BTC) setelah pengumuman Fed Fund Rate (FFR) terbaru.
Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha menjelaskan, strategi buy the dip adalah membeli aset kripto saat harga telah jauh di bawah rata-rata kripto yang telah dimiliki. Dia mengatakan, kenaikan suku bunga 25 bps oleh The Fed akan memberikan reaksi positif terhadap Dollar AS, namun bereaksi negatif terhadap pasar aset kripto berupa depresiasi harga.
Sebaliknya, lanjut Panji, jika The Fed tidak menaikkan suku bunga, kemungkinan besar pasar kripto akan bereaksi positif alias harganya naik. Tapi, sebanyak 93,2% respondens CME Group Fedwatch memprediksi kenaikan suku bunga 25 bps, hanya 6,8% yang memperkirakan tidak ada kenaikan suku bunga dalam FOMC Mei 2023.
Baca Juga:
Antam (ANTM) Untung Gede!“Turunnya harga BTC dari tingkat tertinggi ini dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk investor mengakumulasi jumlah BTC dan menambah jumlah aset yang mereka miliki,” ungkap Panji, Rabu (3/5/2023).
Dalam menerapkan strategi buy the dip, Panji menyarankan investor dapat membeli secara bertahap ketika harga BTC dan Ethereum (ETH) sedang turun. Sebab, harga aset tersebut sudah mulai stabil dan menunjukkan pemulihan.
“Untuk mengelola manajemen risiko dalam trading aset kripto yang memiliki volatilitas tinggi saya sarankan pakai fitur stop loss dan take profit dalam Ajaib Kripto,” imbuh dia.
Setelah itu, investor harus membuat rencana jual beli (trading plan) dan menetapkan proyeksi keuntungan berbasis analisis teknikal dan mengikuti perkembangan isu makro. Dari aplikasi yang sama, investor dapat menggunakan fitur take profit, menyesuaikan proyeksi keuntungan yang telah ditetapkan dalam trading plan.
“Nilai aset kripto yang berhasil naik lagi akan menjadi momen tepat bagi investor untuk menjualnya kembali sebagai langkah mengelola manajemen risiko di dalam trading aset kripto,” sambung Panji.
Setelah melesat pada Maret, BTC berhasil kembali menutup April dengan positif di tengah krisis perbankan dan ketidakpastian makroekonomi. Data Coinglass menunjukkan, BTC naik 2,81% pada April. Selain itu, ETH ditutup naik sekitar 4%, terdorong peningkatan Ethereum Shanghai yang dapat respons positif.
Harga BTC bulan lalu, beberapa kali gagal menembus area resistance di US$ 31.000. Aksi profit taking setelah BTC tembus level tertinggi sejak Juni 2022 membuat pergerakan BTC pada pekan pertama Mei 2023 berpotensi terbatas.
BTC bergerak melemah 1,69% di kisaran US$ 28.065 dan ETH turun tipis 0,56% di kisaran US$ 1.835 pada Selasa (2/5) pagi pukul 08.00 WIB. Investor pun menanti potensi kenaikan suku bunga The Fed dalam FOMC yang akan berlangsung 2-3 Mei 2023.
Berdasarkan analisis teknikal, Panji menghitung, pekan ini BTC berpotensi melanjutkan pelemahan jika gagal bertahan di level support terdekat US$ 27.800 dan berpotensi bergerak ke support selanjutnya US$ 26.600. Sedangkan untuk prediksi tertinggi, aset kripto ini memiliki level resistance US$ 29.175.
Baca Juga:
Oh No, Harga Minyak Anjlok Lebih dari 5%“Dalam beberapa hari terakhir BTC belum mampu breakout descending trendline dan saat ini juga bergerak di bawah MA-20 (pergerakan harga rata-rata 20 hari ke belakang) dan MA-50,” jelas dia.
Sedangkan ETH berpotensi melemah menuju level dynamic support MA-100 yang berada di kisaran US$ 1.725. Secara teknikal, ETH bergerak di kisaran US$ 1.835. Dalam sepekan terakhir, ETH beberapa kali gagal menembus area psikologis resistance US$ 2.000 dan saat ini bertengger di bawah MA-20 dan MA-50. Aset kripto ini memiliki resistance di level US$ 2.000.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






