Laba Bersih Adaro Energy (ADRO) Ngegas
JAKARTA, investor.id - PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) membukukan laba bersih US$ 458,04 juta atau Rp 6,75 triliun (kurs Rp 14.747) yang dicapai pada kuartal I-2023. Jumlah ini lebih tinggi 14,49% dari perolehan kuartal I-2022 senilai US$ 400,07 juta.
Sementara, pendapatan usaha perseroan melesat 50% (yoy) jadi US$ 1,83 miliar dalam tiga bulan pertama tahun ini.
Presiden Direktur sekaligus Chief Executive Officer Adaro Energy Garibaldi Thohir menjelaskan, peningkatan ini masih didorong kenaikan rata-rata harga jual (ASP) batu bara yang kali ini sekitar 17% (yoy).
“Kami senantiasa mencapai kinerja operasional maupun finansial. Volume produksi maupun penjualan meningkat dan menopang laba inti, yang naik 11% menjadi U$ 538 juta,” jelas pria yang kerap disapa Boy Thohir tersebut dikutip Rabu (3/5/2023).
Pendapatan dari penjualan batu bara metalurgi meliputi 14% pendapatan pertambangan Adaro pada kuartal pertama. Adapun volume produksi perseroan periode ini mencapai 15,69 juta ton yang naik 29% (yoy). Dalam waktu yang sama, perusahaan berhasil menjual 15,72 juta ton batu bara atau naik 29% dibandingkan kuartal pertama tahun lalu.
Boy menegaskan, pihaknya tetap fokus pada efisiensi dan keunggulan operasional agar tetap bertahan sebagai mitra yang andal bagi para pelanggan, serta pemangku kepentingan lainnya.
“Karena harga bersifat fluktuatif, kami selalu menekankan keunggulan operasional dan disiplin biaya, dengan dukungan model bisnis yang terintegrasi,” imbuh dia.
Seiring kenaikan pendapatan, Adaro mencatatkan beban pokok pendapatan US$ 1,07 miliar pada kuartal pertama yang meningkat 73% (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan pendapatan. Lonjakan ini disebabkan naiknya beban royalti PT Adaro Indonesia (AI), volume, maupun ASP dibandingkan periode sama tahun lalu.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





