Jumat, 15 Mei 2026

Berbalik Laba, Eagle High (BWPT) Targetkan Penurunan Utang Bank Double Digit

Penulis : Parluhutan Situmorang
5 Mei 2023 | 08:12 WIB
BAGIKAN
Berikut susuan direksi BWPT, yaitu Yeoh Lean Khai (Direktur) , Henderi Djunaidi (Direktur Utama), Andrew Haryono (Direktur)
Berikut susuan direksi BWPT, yaitu Yeoh Lean Khai (Direktur) , Henderi Djunaidi (Direktur Utama), Andrew Haryono (Direktur)

JAKARTA, Investor.id - PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 40% menjadi Rp 1,04 triliun pada kuartal I-2023, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 744,49 miliar.

Bahkan, perseroan berhasil membalikkan posisi dari rugi bersih periode berjalan senilai Rp 220,59 miliar menjadi laba periode berjalan senilai Rp 10,95 miliar hingga akhir Maret 2023. Laba tersebut juga didukung penurunan beban lain-lain bersih dari Rp 362,21 miliar menjadi Rp 128,50 miliar.

Direktur Utama Henderi Djunaidi mengatakan, tradisi pertumbuhan double digit kembali diraih perseroan pada kuartal I-2023. Bahkan, perseroan berhasil mencetak pertumbuhan produksi CPO dan PK masing-masing 86% dan 84% sepanjang periode tersebut.

ADVERTISEMENT

Perseroan, terang dia, juga berhasil menuntaskan pengadaan dan peremajaan unit alat-alat berat dan truk pengangkutan buah. Perseroan juga memfokuskan penyelesaian perbaikan pabrik sepanjang 2022.

“Tak hanya itu, perseroan terus melakukan berbagai upaya untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan, terutama melalui perbaikan perumahan dan fasilitas umum karyawan yang tercermin pada tingkat kepuasan karyawan yang tinggi berdasarkan survei rutin perseroan,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Turunkan Pinjaman

Sepanjang tahun 2023, peseroan konsisten berupaya untuk menurunkan pinjaman bank. Bahkan, perseroan menargetkan penurunan pinjaman bank hingga dua digit tahun ini.

Berdasarkan data laporan kinerja keuangan perseroan terungkap bahwa utang bank turun signifikan dari Rp 6,8 triliun pada akhir 2022 menjadi Rp 6,6 triliun pada kuartal I-2023. 

BWPT juga merencanakan lompatan yang lebih tinggi  dengan melakukan digitalisasi dalam setiap lini proses bisnisnya.

“Proses digitalisasi ini nantinya, tidak hanya bersifat administratif, namun juga menerapkan Internet of Things (IoT) yang mengintegrasikan sumber daya manusia, proses, dan teknologi dalam rangka meningkatkan efisiensi operasional di kebun maupun pabrik,” terangnya.

Henderi menuturkan, digitalitasi bertujuan untuk menjaga tradisi pertumbuhan dua digit secara konsisten tahun 2023.

Eagle High Plantations merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang memproduksi tandan buah segar (TBS). Perseroan juga mengelolapabrik kelapa sawit yang menghasilkan minyak kelapa sawit (CPO) dan inti sawit (PK).

Pusat kegiatan operasional berada di pulau Sumatra, Kalimantan, dan Papua dengan total luas lahan perkebunan mencapai 112,000 hektare dan total kapasitas pabrik kelapa sawit sebesar 2,5 juta ton TBS per tahun.

Eagle High juga berkomitmen terhadap pertumbuhan keberlanjutan yang ditunjukkan atas keberhasilan perseroan meraih sertifikat RSPO pertama pada 10 Mei 2019.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 17 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia