Oversubscribed 8,25 Kali, Green Bond Pertamina Geothermal (PGEO) Diserbu Investor
JAKARTA, investor.id – Obligasi berwawasan lingkungan (green bond) PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE/PGEO) senilai US$ 400 juta diserbu investor global. Perseroan menerima penawaran US$ 3,3 miliar untuk obligasi ini atau kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 8,25 kali.
Global economist Maybank Indonesia Myrdal Gunarto menilai, antusiasme pelaku pasar terhadap green bond anak usaha PT Pertamina (Persero) tersebut dipicu oleh performa kinclong perseroan sepanjang 2022. Selain itu, PGE dipandang sebagai pemain utama bisnis penghasil energi yang ramah lingkungan.
"Ini penting, karena akan menjadi penopang utama keberlanjutan bisnis perseroan ke depan," terang Myrdal, Senin (8/5/2023).
Ditambah lagi, dia menerangkan, rating PGE terbilang positif di level internasional dan mendapatkan status layak investasi. Ini kian menambah keyakinan para pelaku pasar global untuk menyerap green bond perseroan.
"Imbal hasil yang ditawarkan green bond PGE juga menarik di tengah kondisi penurunan yield obligasi global. Ini akibat kebijakan The Fed yang diekspektasikan tidak melakukan pengetatan moneter seperti sebelumnya," jelas Myrdal.
Pendorong lainnya, lanjut dia, sentimen pasar keuangan secara umum sedang membaik bagi emerging market, seperti Indonesia karena memiliki fundamental yang solid.
Baca juga: Wika Beton (WTON) Bagikan Dividen Rp 32,68 Miliar
"Emerging market dengan kekuatan fundamental yang baik saat ini menjadi sentimen yang cukup positif. Indonesia juga masuk dalam kategori itu, sehingga wajar jika green bonds PGEO diserbu pasar,” kata dia.
Merepons tingginya minat pasar terhadap pemerbitan green bond PGEO, analis pertambangan Bisman Bhaktiar memperkirakan, pembangunan berwawasan hijau ke depan menjadi tren. Ini termasuk pemanfaatan energi hijau yang kini menjadi isu global dan sudah mulai memasuki tahap transisi energi.
"Jadi, bisnis energi panas bumi punya prospek sangat baik. Selain itu, PGE adalah entitas bagian Pertamina yang cukup bisa menjadi jaminan. Jadi wajar jika green bond PGE disambut antusias oleh investor," jelas Bisman kepada Investor Daily, Selasa (9/5/2023).
Selama 2022, PGE berhasil mencatatkan lompatan laba bersih sebesar 49,67% dari US$ 83,07 juta menjadi US$ 127,34 juta pada 2022. Bahkan, dalam tiga tahun terakhir, PGE berhasil mempertahankan pertumbuhan laba bersih, yaitu 2020 sebesar US$ 72,86 juta, lalu pada 2021 naik menjadi US$ 85,07 juta, dan 2022 naik lagi menjadi US$ 127,34 juta.
Peningkatan laba bersih tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan usaha PGE dalam tiga tahun terakhir. Pendapatan PGE tahun 2022 naik menjadi US$ 386,06 juta, dibandingkan tahun 2021 US$ 368,82 juta, dan 2020 sebesar US$ 353,96 juta.
Adapun liabilitas perseroan naik menjadi US$ 1,21 miliar pada 2022, dibandingkan 2021 sebesar US$ 1,16 miliar. Namun, angka tersebut masih di bawah total liabilitas tahun 2020 sebanyak US$ 1,52 miliar.
Aset PGE merangkak naik menjadi US$ 2,47 miliar pada 2022, dibandingkan tahun 2021 senilai US$ 2,39 miliar. Namun, jumlah tersebut masih di bawah tahun 2020 senilai US$ 2,55 miliar.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






