Di Tengah Persoalan Gangguan Layanan BSI, Erick Thohir Dekati Investor Qatar
JAKARTA, investor.id – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendorong PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Dia juga meminta BSI memperbaiki kualitas keamanan IT agar tidak terulang kembali gangguan terhadap aplikasi atau mobile banking dan jaringan BSI.
Erick menegaskan, BSI merupakan tonggak bersejarah dalam perbankan nasional. Hasil merger terbukti membawa BSI ke peringkat enam perbankan di Indonesia. Dia meyakini BSI bisa menjadi bank nomor lima di Indonesia.
"Tentu tidak cukup keberpihakan, tidak cukup juga kinerja yang makin bagus, tetapi pelayanan yang harus ditingkatkan," kata Erick dalam keterangan tertulis, yang dikutip pada Kamis (11/5/2023).
Menurut dia, gangguan yang terjadi bagian dari proses transisi perbaikan sistem IT BSI. Namun, di sisi lain, Erick tak menampik terjadinya serangan terhadap sistem IT BSI.
“Ada serangan, saya bukan ahlinya. Disebutkan ada tiga poin sehingga mereka down hampir satu hari. Saya pantau Pak Dirut dan timnya ada di sana dan kalau tidak salah itu sistem ATM-nya mulai jalan," tutur Erick.
Dia mengingatkan perbaikan sistem IT merupakan bagian dari transformasi BUMN. Erick optimistis manajemen BSI dapat meningkatkan keamanan dan layanan kepada masyarakat.
Sebelum terjadinya gangguan pada jaringan BSI, Erick baru saja bertemu Direktur Utama BSI Hery Gunardi pada beberapa hari lalu. Hery, menurut Erick, bahkan menyampaikan soal rencana dan strategi pengembangan IT BSI.
Erick pun berencana menjajaki kerja sama untuk pengembangan BSI dengan sejumlah investor Qatar. “Pak Tiko (Wamen BUMN) akan roadshow mengenai BSI. Saya pun mau ke Doha (Qatar) ketemu beberapa investor dari Qatar, kita coba perkuat basis pendanaan di BSI," ujar Erick.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






