BSI Catat Pertumbuhan Tabungan Tertinggi di Industri
JAKARTA, investor.id - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI (BRIS) mengungkapkan bahwa pihaknya mencatatkan pertumbuhan tabungan tertinggi di industri.
Capaian tersebut ditopang oleh tingginya minat pada Tabungan Haji hingga menembus 7,25 juta nasabah, di mana 1,2 juta di antaranya merupakan generasi muda (Millenial dan Gen-Z).
Pada kuartal pertama 2026, jumlah nasabah BSI naik hingga 0,5 juta menjadi 23,7 juta.
Peningkatan customer base selanjutnya mendorong Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI pada Triwulan I 2026 tumbuh 18% (YOY), menjadi Rp 376,8 triliun. Tak hanya tinggi, DPK BSI tumbuh pada segmen dana murah (CASA) di mana Giro naik 24,17% (YOY) menjadi Rp 71,7 triliun dan Tabungan tumbuh 20,18% (YOY) menjadi Rp 164,5 triliun.
Total dana murah (CASA) tumbuh 21,36% (YOY) menjadi Rp 236,2 triliun.
"Tabungan saat ini menjadi engine growth BSI termasuk dari Tabungan Haji,’’ kata Direktur Utama BSI. Anggoro Eko Cahyo pada paparan kinerja Perseroan Triwulan I 2026, dikutip pada Rabu (13/5/2026).
Anggoro mengatakan, BSI tengah berfokus pada penumbuhan Tabungan Haji, Payroll, dan Tabungan Bisnis.
BSI menunjukkan dominasinya di dalam pendaftaran tabungan haji nasional dengan peningkatan market share semula 49,5% pada tahun 2023 menjadi 53,6% pada tahun 2025. Dari 422,3 ribu pendaftar haji sebanyak 226,4 ribu mendaftar melalui BSI.
Adapun peningkatan DPK yang mendorong total asset BSI per posisi Maret 2026 naik menjadi Rp 460,1 triliun yang mengantarkan BSI naik peringkat ke jajaran Top 5 Bank di Indonesia setelah resmi masuk sebagai bank Persero pada 23 Januari 2026.
Tak hanya itu, BSI juga menjadi satu satunya bank yang memperoleh lisensi emas yang terbukti meningkatkan inklusivitas, ditandai dengan naiknya nasabah non-Muslim menjadi 12%.
“Keunikan dual licence menghasilkan kinerja BSI yang sehat dan profit sustain. Pada Triwulan I 2026 BSI membukukan laba bersih Rp 2,2 triliun, tumbuh 17,1% (YOY). Kinerja tersebut adalah hasil dari implementasi strategi penurunan biaya dana,penjagaan kualitas pembiayaan serta pertumbuhan pendapatan berbasis fee terutama dari bisnis emas," terang Anggoro.
Fee Based Income BSI Tumbuh 22,98%
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum
Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.Dharma Pongrekun Ajukan Uji Materi UU Kesehatan ke MK
Mantan Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Dharma Pongrekun resmi mendaftarkan permohonan uji materi Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu (13/5/2026).Jasa Marga: Volume Lalin Keluar Jabotabek Naik 25,12%
Total volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek di H-1 (13/5) Hari Kenaikan Yesus Kristus meningkat 25,12%.Wamen Nezar: Permainan Tradisional Jadi “Tombol Jeda” Anak dari Dominasi Ruang Digital
Wamen Komdigi Nezar Patria sebut permainan tradisional jadi "tombol jeda" efektif bagi anak untuk imbangi hidup di ruang digital.Prediksi Harga Emas Antam (ANTM) Jumat 15 Mei 2026
Harga emas Antam (ANTM) diperkirakan bergerak menguat pada Jumat,15 Mei 2026. Harga emas Antam diprediksi naik ke level iniKenaikan Pangkat Kapolda Metro Jaya Dinilai sebagai Langkah Strategis
Pengamat sosial Dr. Serian Wijatno menilai kenaikan pangkat Irjen Pol Asep Edi Suheri menjadi Komisaris Jenderal (Komjen) sebagai Kapolda Metro Jaya merupakan langkah strategis di tengah kompleksitas tantangan keamanan di Jakarta.Tag Terpopuler
Terpopuler






