Drama Saham MD Pictures (FILM) Milik Keluarga Punjabi, Bisa Happy Ending?
JAKARTA, investor.id – PT MD Pictures Tbk (FILM), rumah produksi terbesar di Indonesia yang didirikan Dhamoo Punjabi dan Manoj Punjabi, bakal menjadikan tahun 2023 sebagai tahun yang luar biasa dengan lonjakan kinerja keuangan. Hal itu tentu diharapkan bisa mendorong harga saham FILM.
MD Pictures tengah menyiapkan strategi untuk memperluas bisnis dan peluang baru yang akan dibiayai dari dana hasil penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.
“Menurut kami, rights issue akan menjadi kunci yang akan membuka potensi bisnis MD Pictures dan memberikan amunisi untuk menemukan sumber pendapatan baru,” tulis analis Samuel Sekuritas Muhammad Farras Farhan dalam risetnya.
Baca Juga:
Masuk Indeks MSCI, Investor Asing Agresif Borong Saham GOTO Mulai dari Fund Manager hingga JPMorganMD Pictures milik keluarga Punjabi ini dapat menggunakan dana hasil rights issue untuk merambah dua lini bisnis media secara sekaligus, yaitu Over The Top (OTT) melalui Mox, platform OTT milik perseroan, maupun free to air (FTA). Strateginya, OTT sebagai penggerak utama pertumbuhan perusahaan dan FTA sebagai cash cow.
“Strategi dengan dua ujung tombak tersebut berpotensi memberikan keuntungan yang signifikan bagi MD Pictures," ungkap Farhan.
Di sisi lain, emiten berkode saham FILM tersebut juga bermitra dengan pemain OTT baru, seperti Amazon Prime, yang dimulai dengan peluncuran serial eksklusif, yaitu Tilik dan Induk Gajah di Amazon Prime. Terlepas dari strateginya yang condong ke OTT, FILM tidak memiliki rencana untuk mengerem bisnis film bioskop.
FILM baru saja merilis dua film, yakni Bismillah Kunikahi Suamimu dan Sewu Dino di bioskop. Film Sewu Dino diharapkan dapat mengalahkan kesuksesan KKN Di Desa Penari.
Tahun ini, Farhan memproyeksikan pendapatan FILM sebesar Rp 690 miliar atau naik 58% dibandingkan realisasi tahun 2022. Pertumbuhan itu bakal didukung oleh penguatan bisnis digital, meskipun pendapatan dari bioskop mungkin sedikit turun karena high base effect pada 2022. “Kami juga meyakini FILM mampu mempertahankan margin yang solid pada tahun ini, dengan proyeksi margin GPM dan EBITDA sebesar 74%," sebut dia.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





