Minggu, 21 Juni 2026

Drama Saham MD Pictures (FILM) Milik Keluarga Punjabi, Bisa Happy Ending?

Penulis : Ely Rahmawati
16 Mei 2023 | 13:58 WIB
BAGIKAN
Kantor MD Pictures (FILM). (Foto: MD Pictures)
Kantor MD Pictures (FILM). (Foto: MD Pictures)

JAKARTA, investor.id – PT MD Pictures Tbk (FILM), rumah produksi terbesar di Indonesia yang didirikan Dhamoo Punjabi dan Manoj Punjabi, bakal menjadikan tahun 2023 sebagai tahun yang luar biasa dengan lonjakan kinerja keuangan. Hal itu tentu diharapkan bisa mendorong harga saham FILM.

MD Pictures tengah menyiapkan strategi untuk memperluas bisnis dan peluang baru yang akan dibiayai dari dana hasil penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

“Menurut kami, rights issue akan menjadi kunci yang akan membuka potensi bisnis MD Pictures dan memberikan amunisi untuk menemukan sumber pendapatan baru,” tulis analis Samuel Sekuritas Muhammad Farras Farhan dalam risetnya.

ADVERTISEMENT

MD Pictures milik keluarga Punjabi ini dapat menggunakan dana hasil rights issue untuk merambah dua lini bisnis media secara sekaligus, yaitu Over The Top (OTT) melalui Mox, platform OTT milik perseroan, maupun free to air (FTA). Strateginya, OTT sebagai penggerak utama pertumbuhan perusahaan dan FTA sebagai cash cow.

“Strategi dengan dua ujung tombak tersebut berpotensi memberikan keuntungan yang signifikan bagi MD Pictures," ungkap Farhan.

Di sisi lain, emiten berkode saham FILM tersebut juga bermitra dengan pemain OTT baru, seperti Amazon Prime, yang dimulai dengan peluncuran serial eksklusif, yaitu Tilik dan Induk Gajah di Amazon Prime. Terlepas dari strateginya yang condong ke OTT, FILM tidak memiliki rencana untuk mengerem bisnis film bioskop.

FILM baru saja merilis dua film, yakni Bismillah Kunikahi Suamimu dan Sewu Dino di bioskop. Film Sewu Dino diharapkan dapat mengalahkan kesuksesan KKN Di Desa Penari.

Tahun ini, Farhan memproyeksikan pendapatan FILM sebesar Rp 690 miliar atau naik 58% dibandingkan realisasi tahun 2022. Pertumbuhan itu bakal didukung oleh penguatan bisnis digital, meskipun pendapatan dari bioskop mungkin sedikit turun karena high base effect pada 2022. “Kami juga meyakini FILM mampu mempertahankan margin yang solid pada tahun ini, dengan proyeksi margin GPM dan EBITDA sebesar 74%," sebut dia. 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 21 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 52 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia