Minggu, 21 Juni 2026

Catatan Penting Pasar Saham RI

Penulis : M. Ghafur Fadillah
19 Jun 2026 | 08:39 WIB
BAGIKAN
Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Investor Daily
Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Investor Daily

JAKARTA, investor.id – MSCI memberikan catatan penting terhadap pasar modal Indonesia dalam laporan Global Market Accessibility Review 2026. Penyedia indeks global tersebut menurunkan penilaian Indonesia pada aspek information flow atau arus informasi dari sebelumnya positif (+) menjadi negatif (-), menyusul masih adanya persoalan transparansi kepemilikan saham, kualitas free float, hingga indikasi aktivitas perdagangan yang dinilai dapat mengganggu proses pembentukan harga yang wajar di pasar.

Meski demikian, MSCI tetap mempertahankan status Indonesia sebagai negara dengan kategori Emerging Market (pasar berkembang). Keputusan tersebut sekaligus meredakan kekhawatiran sebagian pelaku pasar mengenai kemungkinan penurunan status Indonesia menjadi Frontier Market.

Dalam laporan yang dirilis Jumat (19/6/2026), MSCI menilai transparansi data kepemilikan saham masih menjadi salah satu perhatian utama investor global. Menurut lembaga tersebut, keterbukaan informasi yang belum optimal berpotensi mengganggu mekanisme pembentukan harga saham sekaligus menyulitkan investor dalam menghitung jumlah saham beredar bebas (free float) yang sebenarnya.

ADVERTISEMENT

“Ketidaktransparanan dalam data kepemilikan dan aktivitas pasar merusak pembentukan harga yang tepat serta membatasi kemampuan investor global untuk menilai jumlah saham beredar bebas yang sebenarnya,” tulis MSCI dalam laporannya.

Selain masalah transparansi, MSCI juga kembali menyoroti akses terhadap pasar valuta asing Indonesia. Menurut MSCI, belum tersedianya pasar valuta asing luar negeri (offshore foreign exchange market) yang efisien serta masih adanya kendala di pasar domestik menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penilaian aksesibilitas pasar Indonesia.

“Tidak ada pasar valuta asing offshore yang efisien dan terdapat kendala pada pasar valuta asing domestik di Indonesia,” tulis MSCI.

Lembaga tersebut menambahkan bahwa tingkat liberalisasi pasar valuta asing Indonesia masih relatif terbatas dibandingkan sejumlah negara berkembang lainnya.

Sorotan Integritas Pasar

Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata menilai penurunan peringkat information flow merupakan perubahan paling signifikan dalam tinjauan MSCI tahun ini. Menurut dia, MSCI tidak hanya menyoroti aspek keterbukaan informasi, tetapi juga mulai mempertanyakan kualitas proses pembentukan harga (price discovery) di pasar modal Indonesia.

MSCI secara khusus mencatat beberapa persoalan yang menjadi perhatian investor global, yakni transparansi struktur kepemilikan saham yang masih terbatas, informasi emiten yang belum selalu tersedia dalam bahasa Inggris, kualitas free float dan tingkat investabilitas sejumlah saham, serta adanya indikasi coordinated trading behavior yang berpotensi mengganggu pembentukan harga yang sehat.

“Poin terakhir menjadi perhatian serius karena MSCI pada dasarnya merupakan lembaga yang sangat konservatif dalam penggunaan bahasa. Ketika mereka menyebut adanya coordinated trading behavior yang mengganggu price discovery, berarti perhatian terhadap transparansi pasar, kualitas free float, dan integritas pasar modal Indonesia semakin meningkat,” ujar Liza kepada Investor Daily.

Menurut dia, laporan MSCI tersebut menjelaskan mengapa investor asing masih bersikap hati-hati terhadap pasar saham Indonesia meskipun valuasi saham saat ini relatif murah dibandingkan sejumlah negara berkembang lainnya.

Status Tetap Aman

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 1 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 2 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 2 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 2 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 2 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 3 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia