Jumat, 15 Mei 2026

Emas Jatuh di Bawah Level Kunci 2.000 Dolar AS

Penulis : Grace El Dora
17 Mei 2023 | 12:49 WIB
BAGIKAN
Seorang karyawan menyusun emas batangan di Pabrik Pemisahan Emas dan Perak Austria bernama Oegussa, Wina, Austria. (Foto: ANTARA/REUTERS/Leonhard Foeger/aa)
Seorang karyawan menyusun emas batangan di Pabrik Pemisahan Emas dan Perak Austria bernama Oegussa, Wina, Austria. (Foto: ANTARA/REUTERS/Leonhard Foeger/aa)

CHICAGO, investor.id – Harga emas merosot tajam di akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), berbalik melemah dari keuntungan sehari sebelumnya menjadi berkubang di bawah level psikologis 2.000 dolar Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya sejak 1 Mei karena greenback menguat.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman pada Juni di divisi Comex New York Exchange, anjlok 29,70 dolar AS atau 1,47% menjadi ditutup pada 1.993 dolar AS per ounce setelah menyentuh level tertinggi sesi di 2.022,70 dolar AS dan terendah di 1.989,10 dolar AS.

Emas berjangka terdongkrak 2,90 dolar AS atau 0,14% menjadi 2.022,70 dolar AS pada Senin (15/5) setelah tergerus 0,70 dolar AS atau 0,03% menjadi 2.019,80 dolar AS pada Jumat (12/5), dan merosot 16,60 dolar AS atau 0,81% menjadi 2.020,50 dolar AS pada Kamis (11/5).

ADVERTISEMENT

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya naik 0,2% menjadi 102,61. Investor mengawasi pembicaraan plafon utang untuk mencegah kemungkinan gagal bayar yang dapat bergema di seluruh pasar aset dan merusak kepercayaan pada ekonomi terbesar di dunia itu.

Emas menetap di bawah 2.000 dolar untuk pertama kali sejak awal Mei dan setelah reli ke rekor tertinggi. Sebabnya, investor berlari ke mata uang yang relatif aman dolar dan obligasi pemerintah AS di tengah data ekonomi AS yang beragam menunjukkan penjualan ritel dan indeks perumahan bertahan.

Pada wawancara di Bloomberg Television, Selasa (16/5), Presiden Federal Reserve (Fed) Richmond Tom Barkin mengatakan pernyataan Fed setelah pertemuan Mei paling baik ditafsirkan sebagai memberikan opsi kepada para pejabat untuk menaikkan suku bunga lagi pada Juni atau berhenti.

Barkin menyukai opsionalitas yang tersirat dalam pernyataan itu.

"Saya pikir itu memberi Anda waktu ... untuk mengatakan apakah masih ada lagi yang perlu kami lakukan atau masih boleh menunggu," katanya, dilansir dari Antara, Rabu (17/5).

Barkin mengatakan pihaknya melacak data dan akan memutuskan nanti tentang jeda atau kenaikan suku bunga pada Juni 2023.

"Emas lebih rendah karena Wall Street menunggu pembaruan yang berarti dengan pembicaraan plafon utang," kata Ed Moya, analis di platform perdagangan daring OANDA. Ia juga mencatat logam kuning tidak mendapat bantuan dari rebound belanja konsumen pada April 2023.

Moya mengatakan Wall Street bersiap untuk sesuatu yang buruk terjadi. "Akan tetapi, tidak ada yang tahu apa yang akan menjadi katalisator itu," katanya.

"Itu bisa berupa kebuntuan pagu utang, ketakutan perbankan yang terus-menerus, atau konsumen yang jauh lebih lemah karena inflasi yang persisten menjadi lebih terlihat," tambahnya.

Sementara itu, data ekonomi yang dirilis Selasa (16/5) beragam. Bank sentral AS melaporkan produksi industri AS naik 0,5% pada April setelah bergerak sideways dalam dua bulan sebelumnya.

Indeks kepercayaan bulanan National Association of Home Builders (NAR) AS naik lima poin menjadi 50 pada Mei 2023. Ini adalah bulan kelima berturut-turut sentimen meningkat di kalangan pengembang.

Departemen Perdagangan AS melaporkan penjualan ritel AS meningkat 0,4% pada April, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya ketika penjualan turun 0,7%. Ini merupakan kenaikan penjualan ritel pertama sejak Januari. Departemen tersebut juga melaporkan persediaan bisnis AS turun 0,1% pada Maret, penurunan pertama dan pembacaan terlemah sejak April 2021.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman pada Juli melemah 39,80 sen atau 1,64% menjadi berakhir pada 23,893 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman pada bulan Juli merosot 7,80 dolar AS atau 0,73% menjadi menetap pada 1.066,90 dolar AS per ounce.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 18 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia