Jumat, 15 Mei 2026

Komentar Hawkish Pejabat The Fed Bikin Pasar Kripto Rontok

Penulis : Indah Handayani
19 Mei 2023 | 11:35 WIB
BAGIKAN
Bitcoin. Foto ilustrasi: IST
Bitcoin. Foto ilustrasi: IST

JAKARTA, investor.id - Pasar kripto kembali rontok menjelang akhir pekan ketiga bulan Mei ini. Harga Bitcoin dilaporkan melemah pada Jumat (19/5/2023) setelah turun tajam di bawah level kunci minggu ini US$ 27.000. 

Di samping itu, Indeks Dolar AS (DXY) melonjak ke puncak tertinggi dalam tujuh minggu, semakin menekan pasar kripto sehingga menghilangkan potensi reli akibat banyak investor yang mengalihkan dananya dari aset yang berisiko. Ada beberapa penyebab yang mengakibatkan pasar kripto terus dalam posisi bearish.

Trader Eksternal Tokocrypto Fyqieh Fachrur mengatakan, hal utama sentimen negatif adalah komentar Hawkish dari pejabat The Fed mengguncang pasar kripto minggu ini, karena prospek suku bunga AS tetap lebih tinggi dan tidak ada jeda. “Sehingga menunjukkan peningkatan peluang untuk memegang aset yang tidak terlalu berisiko, seperti dolar AS,” ungkap Fyqieh dalam risetnya, Jumat (19/5/2023).

Dua pejabat The Fed, Dallas Lorie Logan dan James Bullard sepakat bahwa inflasi AS tampaknya tidak mendingin cukup cepat untuk memungkinkan Fed menghentikan sementara laju kenaikan suku bunga yang dimulai lebih dari setahun yang lalu. Keduanya tampak mewakili pandangan hawkish minoritas di Fed, tetapi memberi pengaruh sentimen negatif untuk pasar kripto.

ADVERTISEMENT

Ketua The Fed, Jerome Powell dijadwalkan untuk berbicara pada hari Jumat (19/5) malam dan investor mengantisipasi dia akan memperbarui pandangan tersebut sehubungan dengan data ekonomi yang bisa dibilang beragam sejak pertemuan terakhir The Fed pada awal Mei. Pidato yang akan disampaikan akan memperjelas apakah saat ini Fed akan fokus untuk menurunkan inflasi atau menjaganya tetap di angka 5% karena adanya banyak pertimbangan.

Fyqieh menilai, jika Fed memutuskan untuk menjaga angka inflasi di 5%, dolar AS kemungkinan besar akan mengalami koreksi dalam nilainya dan mayoritas aset berisiko akan bergerak naik. Tapi sebaliknya, jika memutuskan menurunkan inflasi dengan cara meningkatkan suku bunga acuan, maka akan ada efek yang lebih besar secara negatif untuk perekonomian AS, namun akan ada dampak positif secara jangka pendek untuk nilai dolar AS.

Menurut Fyqieh, saat ini Amerika sedang dihadapi dengan pilihan yang sulit karena kedua pilihan kemungkinan akan berdampak negatif bagi dolar AS. “Kabar baiknya, seluruh kehancuran ini akan mendorong sentimen positif bagi aset berisiko seperti kripto yang dapat digunakan investor sebagai pelindung aset di masa kehancuran dolar AS yang bergerak dengan hubungan negatif,” tambahnya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 11 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 22 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 26 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia