Jumat, 15 Mei 2026

Berbalik Untung, Ancol (PJAA) Tebar Dividen 30% dari Laba Bersih 2022

Penulis : Mashud Toarik
22 Mei 2023 | 11:32 WIB
BAGIKAN
RUPST PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk di Putri Duyung Ancol, Jakarta Utara, Jumat (19/5/2023)
RUPST PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk di Putri Duyung Ancol, Jakarta Utara, Jumat (19/5/2023)

JAKARTA, investor.id - PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) akan membagikan dividen sebesar Rp 29 per lembar saham atau setara dengan 30% dari total laba bersih.

Pembagian dividen telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2023 di Putri Duyung Ancol, Jakarta Utara, akhir pekan lalu.

Direktur Utama PJAA Winarto mengatakan, keputusan ini diambil setelah melihat kinerja yang cukup baik di 2022. PJAA berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 152 miliar di 2022 atau naik sebesar 156% dari tahun 2021 yang membukukan rugi bersih Rp 275 miliar. Hal ini didukung dengan pendapatan usaha sebesar Rp 957 miliar yang naik 146% dari Rp 389,3 Miliar.

Winarto mengungkapkan bahwa peningkatan ini merupakan imbas dari keberhasilan pemerintah dalam menangani pandemi dan juga upaya perseroan dalam melakukan transformasi menghadapi pandemi.

ADVERTISEMENT

“Kondisi pandemi yang semakin membaik turut memberikan kontribusi yang cukup signifikan bagi Ancol dengan membantu meningkatkan jumlah kunjungan di 2022. Selain itu kami juga melakukan transformasi internal dengan meningkatkan profitabilitas seoptimal mungkin serta menjaga rasio-rasio keuangan sehingga kami bisa bangkit dari jurang kerugian dan berhasil membukukan laba,” ucapnya dalam keterangan tertulis, Senin (22/5/2023).

Seiring dengan pelonggaran yang diberikan pemerintah kepada aktivitas masyarakat, turut berimbas juga pada jumlah kunjungan wisatawan ke Ancol. Jumlah pengunjung naik 121% dari 3,52 juta orang ke 7,8 juta di akhir 2022.

Dikatakan, hal ini juga diperkuat dengan inovasi yang dilakukan antara lain revitalisasi area Pantai Timur Ancol yaitu Symphony of The Sea yang sudah komplit 100%, kehadiran Water Dancing Fountain, PJAA juga lakukan rebranding dengan memperkenalkan logo baru Ancol Taman Impian pada Juli 2022 serta kehadiran Jakarta Bird Land pada November 2022.

Lebih lanjut, PJAA mencatat jumlah liabilitas turun menjadi sebesar Rp 2,33 triliun turun dari tahun sebelumnya sebesar Rp.2,93 Triliun. Sementara jumlah ekuitas naik menjadi Rp 1,54 triliun dari Rp.1,49 triliun. Meskipun demikian, jumlah aset turun menjadi Rp.3,89 triliun dari Rp 4,42 triliun.

Tahun ini PJAA menargetkan pengunjung bisa meningkat 20% atau menjadi 9 juta orang dan pendapatan usaha bisa meningkat 15% atau mencapai Rp 1,1 triliun.

Untuk target, PJAA selain tetap berfokus pada pengembangan sektor rekreasi juga mulai mengembangkan properti. Di bisnis rekreasi, berbagai program khusus akan dijalankan di tahun ini untuk menarik kunjungan ke Ancol seperti program tiket gratis setiap bulan, konser musik skala besar serta pertunjukkan bertema di semua unit-unit rekreasi.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 22 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 33 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 37 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia