Harga Daging Ayam Naik, Begini Dampaknya bagi Saham CPIN dan JPFA
JAKARTA, investor.id – Kenaikan harga jual daging ayam dalam beberapa pekan terakhir menjadi sinyal positif terhadap kinerja keuangan dan harga saham emiten sektor unggas. Namun, belum pulihnya daya beli masyarakat masih menjadi tantangan sektor ini.
“Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, harga jual daging ayam telah naik 18% sepanjang Mei 2023 berjalan di Jawa Barat. Kenaikan tersebut kemungkinan menjadi faktor penguatan harga saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dalam beberapa hari terakhir,” tulis RHB Sekuritas dalam risetnya.
Sebelumnya, kinerja keuangan emiten unggas sepanjang kuartal I-2023 berada di bawah ekspektasi akibat penurunan harga jual daging ayam dan anak ayam usia sehari (DOC). Namun, kondisi berbeda memasuki kuartal II-2023.
Emiten unggas, menurut RHB, juga bakal didukung oleh berlanjutnya program pemusnahan induk ayam (culling program) pada 19 April-3 Juni 2023. Program tersebut diharapkan membuat kondisi pasar lebih stabil dengan pengurangan pasokan.
Sedangkan sentimen negatif terhadap sektor ini datang dari kenaikan harga pembelian jagung dalam beberapa pekan terakhir. Daya beli masyarakat juga relatif belum terlalu pulih, sehingga berimbas terhadap peningkatan volume penjualan.
Meski kondisi pasar unggas masih menghadapi beberapa tantangan, RHB Sekuritas menyebutkan bahwa saham CPIN dan JPFA kini telah ditransaksikan di bawah valuasinya. Hal ini menjadikan kedua saham tersebut masih layak dicermati dengan pilihan teratas saham JPFA.
RHB merekomendasikan beli saham JPFA dengan target harga Rp 1.600. Sedangkan rekomendasi saham CPIN juga dipertahankan beli dengan target harga Rp 5.900.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






