Jumat, 15 Mei 2026

Tertekan Banyak Sentimen Negatif, Harga SUN Diproyeksikan Kembali Melemah

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
5 Jun 2023 | 04:30 WIB
BAGIKAN
Investor memantau pergerakan saham. (B Universe Photo/David Gita Roza)
Investor memantau pergerakan saham. (B Universe Photo/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id - Harga Surat Utang Negara (SUN) pekan depan diproyeksikan alami pelemahan akibat tertekan banyak sentimen negatif. Salah satunya aksi taking profit oleh para investor asing. Imbal hasil untuk tenor 10 tahun diperkirakan bergerak pada rentang 6,25%-7,35%.

Analis Fixed Income PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Ahmad Nasrudin memperkirakan yield akan cenderung naik di pekan depan, seiring dengan beberapa aksi taking profit oleh investor asing menjelang keputusan the Fed pada 13-14 Juni 2023 mendatang dan memanfaatkan kenaikan harga dalam beberapa bulan terakhir.

Selain itu, lanjut dia, survei terbaru juga menunjukkan pasar mengantisipasi kenaikan lebih lanjut pada suku bunga the Fed di tengah tingkat inflasi PCE dan tingkat pengangguran yang masih membandel atau sulit untuk bergerak menuju target.

ADVERTISEMENT

“Sehingga, menjelang rapat tersebut, saya memperkirakan aksi spekulatif akan cenderung meningkat dengan setiap peluang kenaikan Fed Fund Rate (FFR) akan memberi sentimen negatif bagi pasar SUN,” jelasnya kepada Investor Daily, akhir pekan lalu.  

Selain dari global, Ahmad menuturkan dalam jangka pendek kondisi perekonomian dapat stabil di tengah penurunan inflasi. Pasar juga akan mencermati data dari BPS yang akan merilis data inflasi pada Senin (5/6/2023). Sementara itu, data cadangan devisa akan dirilis pada Jumat (9/6/2023).

“Kami mengharapkan kedua indikator tersebut akan berada pada level yang baik, di mana tingkat inflasi kembali melandai dan cadangan devisa tetap besar,” ujar dia.

Adapun Ahmad memproyeksikan yield 10 tahun di pekan depan akan bergerak di kisaran 6,25% - 7,35%. Lebih lanjut, pada Selasa 6 Juni 2023 mendatang, pemerintah akan melakukan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara. Sebanyak 6 seri yang akan masuk dalam lelang tersebut dengan target indikatif Rp 9 triliun.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 11 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 43 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 54 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 58 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia