Jumat, 15 Mei 2026

Pasar Kripto Bearish di Awal Juni, Apa Penyebabnya?

Penulis : Indah Handayani
5 Jun 2023 | 11:30 WIB
BAGIKAN
Kripto. (Pixabay)
Kripto. (Pixabay)

JAKARTA, investor.id - Pasar kripto bearish di awal Juni 2023. Padahal pada akhir pekan lalu, pasar masih menyambut baik kesepakatan plafon utang dan data gaji non-pertanian di AS pada Mei dengan reli yang meyakinkan. Apa penyebabnya?

Trader Eksternal Tokocrypto Fyqieh Fachrur menjelaskan, selain hal di atas, ekspektasi bahwa The Fed akan berada dalam mode jeda di pertemuan berikutnya semakin tinggi dan bertindak sebagai katalisator reli pasar kripto. Data FedWatch CME tools menunjukkan kemungkinan jeda 75%, dengan 25% sisanya mengharapkan kenaikan 25 basis poin pada pertemuan 14 Juni.

Selama akhir pekan lalu, Fyqieh menambahkan, Bitcoin bahkan nyaman berada pada level di atas US$ 27.000. Namun, pada Senin (5/6/2023), reli BTC telah berhenti jatuh dan mencoba untuk memulai pemulihan. “Awal yang bearish untuk hari ini membuat BTC jatuh ke level terendah di US$ 26.963. Ada beberapa penyebab jeda reli Bitcoin ini,” tulis Fyqieh dalam risetnya, Senin (5/6/2023).

ADVERTISEMENT

Fyqieh  menyebut, pertama, investor kini mulai memasuki jeda terlebih dahulu untuk melakukan akumulasi Bitcoin, karena gagal mendorong harga untuk tembus ke level US$ 28 ribu. Hal ini umum terjadi, ketika BTC koreksi setelah investor gagal menembus level resistensi yang tinggi.

Selanjutnya, investor juga menanti hasil sidang Komite Pertanian AS pada Selasa (6/6/2023) yang berfokus pada rancangan undang-undang perdagangan spot aset digital (Digital Asset Market Structure Proposal). Sebelumnya, para anggota senior Partai Republik di DPR AS telah merilis rancangan undang-undang yang mengklasifikasikan kripto sebagai komoditas, bukan sekuritas.

Pada sidang Selasa (5/6/2023), Fyqieh menjelaskan, harus memberi investor indikasi awal tentang seberapa reseptif Demokrat untuk memberikan kejelasan peraturan demi kepentingan inovasi dan perlindungan konsumen. “Pemerintah AS harus mengakhiri kampanye anti-kriptonya dan mendukung rancangan undang-undang untuk mengalihkan sentimen investor ke pasar kripto AS,” tambah Fyqieh.

Fyqieh mengatakan, Bitcoin juga terus bereaksi terhadap indikator ekonomi dari AS dan Tiongkok. Investor juga perlu mempertimbangkan data ekonomi dari Tiongkok, setelah melihat pertumbuhan mengecewakan dengan adanya perubahan kebijakan nol-Covid. Perilisan data PMI jasa Caixin (Senin) dan angka inflasi Tiongkok (Kamis) masih jadi fokus investor untuk melangkah ke pasar.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 23 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 55 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia