Pasar Kripto Bearish di Awal Juni, Apa Penyebabnya?
Kemudian, Indeks Jasa ISM yang dirilis oleh Institute for Supply Management (ISM) pada Senin (5/6/2023) akan menunjukkan kondisi bisnis di sektor jasa AS, yang menyumbang hampir 80% dari PDB negara dan dengan demikian berfungsi sebagai indikator kondisi perekonomian secara keseluruhan. “Pembacaan yang lebih tinggi dari perkiraan akan menyebabkan inflasi, memperkuat alasan The Fed untuk melanjutkan pengetatan moneter,” jelas Fyqieh.
Fyqieh menyebut, selera investor juga tidak menunjukan semangat tinggi melihat sentimen dari Bitcoin Fear and Greed Index, pada Senin (5/6/2023) berada di level 53, kategori Neutral. Angka ini tidak jauh berbeda dari pekan sebelumnya di angka 52. Keraguan investor bertambah juga didukung dengan indeks dolar AS (DXY) yang terpantau berkinerja positif naik di 104,12 (0,10%).
Bulan Mei 2023 ditutup dengan koreksi merah sebesar 6,98%, dan ada potensi penurunan yang berlanjut karena bulan Juni cenderung didominasi oleh koreksi. Data historis menunjukkan bahwa kuartal kedua seringkali mengalami penurunan. “Oleh karena itu, prediksi tren bulan Juni cenderung bearish,” tegas Fyqieh.
Namun, Fyqieh menambahkan, perlu diingat bahwa prediksi ini mungkin tidak akurat karena banyak faktor yang mempengaruhi harga seperti sentimen pasar, berita terbaru, dan perkembangan baru di dunia kripto. Analisis historis tidak dapat sepenuhnya memprediksi pergerakan harga di masa mendatang.
Dalam konteks halving Bitcoin yang akan datang dalam waktu kurang dari 1 tahun, beberapa orang berpendapat bahwa hal ini dapat memicu lonjakan harga (bull run) setelahnya. Oleh karena itu, tahun 2023 dianggap sebagai waktu yang tepat untuk melakukan akumulasi Bitcoin secara bertahap.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






