Harga Minyak Turun Tertekan Laporan Persediaan Minyak
JAKARTA, investor.id - Pergerakan harga minyak mentah mengalami penurunan ke level $75.03 per barel pada Senin pagi ini (5/6/2023). Tertekan rilisnya data Crude Oil Inventories yang meningkat dan pengekspor utama dunia Arab Saudi berjanji untuk memangkas produksi sebesar 1 juta barel per hari mulai Juli.
Tim Research and Development ICDX mengatakan, sentimen negatif datang dari dirilisnya data Crude Oil Inventories oleh departemen Energy Information Administration yang menunjukkan naiknya persediaan minyak mentah. Persediaan minyak mentah komersial AS (tidak termasuk yang ada di Cadangan Minyak Strategis) meningkat sebesar 4,5 juta barel dari minggu sebelumnya yang berada di angka -12,5 juta barel.
“Meningkatnya persediaan minyak mentah AS membuat harga minyak melemah,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Senin (5/6/2023).
Selain itu, Tim Research and Development ICDX mengatakan, kinerja greenback yang positif pada perdagangan pagi ini turut membebani harga minyak. Setelah data NFP AS yang optimistis dan ekonomi AS menambahkan 339 ribu pekerjaan baru di bulan Mei. Estimasi konsensus adalah penambahan 190 ribu pekerjaan dan jauh diatas kenaikan bulan sebelumnya 294 ribu.
“Pelaku pasar menilai pasar tenaga kerja AS masih ketat yang membuat inflasi masih memanas, sehingga pelaku pasar berekspektasi pada pertimbangan The Fed dalam menaikan suku bunga pada rapat FOMC kedepan,” tambah Tim Research and Development ICDX.
Tim Research and Development ICDX menilai, adanya sentimen positif yang dapat mendorong harga minyak, dalam berita yang beredar Arab saudi terlihat melakukan pemotongan produksi secara besar-besaran sekitar 1 juta per barel pada bulan Juli. Pada perdagangan sebelumnya, Kementerian Energi Saudi mengatakan produksi negara itu akan turun menjadi 9 juta barel per hari (bpd) pada Juli dari sekitar 10 juta bpd pada Mei.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






