Jumat, 15 Mei 2026

Mengenal Short Selling dalam Kripto dan Saham, Keuntungan dan Risiko

Penulis : Indah Handayani
5 Jun 2023 | 15:00 WIB
BAGIKAN
Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza
Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

JAKARTA, investor.id - Salah satu jenis transaksi yang sering dilakukan dalam perdagangan saham dan aset kripto adalah short selling. Pada dasarnya, short selling memang dinilai cukup berisiko untuk dilakukan oleh investor maupun trader.  

Dikutip dari Academy Indodax, Pengertian short selling adalah suatu kegiatan atau teknik menjual komoditas di pasar finansial. Ketika seorang investor atau trader menjual aset yang sebenarnya tidak dimilikinya. Dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan dari penurunan nilai aset tersebut.

Dalam proses short selling, investor meminjam aset tersebut dari pihak lain untuk dijual. Kemudian akan membeli kembali aset yang sama di pasar dengan harga yang lebih rendah untuk mengembalikannya ke pihak peminjam. Tujuan dari short selling adalah transaksi untuk mendapatkan keuntungan dari penurunan harga aset yang dijual.

ADVERTISEMENT

Contoh sederhana terkait short selling adalah misalanya saja investor A percaya bahwa saham perusahaan ABC sedang overvalued (dihargai terlalu tinggi) dan ia memutuskan untuk melakukan short selling.  Investor A meminjam 100 lembar saham ABC dari broker saham dan menjualnya di pasar terbuka dengan harga total US$1.000.

Setelah beberapa waktu, harga saham ABC turun seperti yang diperkirakan oleh investor A.  Kemudian, investor A membeli kembali 100 lembar saham ABC dengan harga total US$ 800 dan mengembalikannya kepada broker saham. Adapun selisih harga sebesar US$ 200 (US$ 1.000 – 800) merupakan keuntungan yang diperoleh oleh investor A dari short selling.

Keuntungan Short Selling

Pada dasarnya, sangat penting untuk memahami keuntungan dan risiko yang terkait dengan short selling sebelum memutuskan untuk menggunakan salah satu strategi tersebut. Pemahaman yang mendalam tentang keuntungan dan risiko short selling akan membantu untuk mengambil keputusan investasi yang lebih bijaksana.

Penting untuk melakukan analisis menyeluruh, mempertimbangkan faktor risiko, dan mengelola risiko dengan hati-hati ketika menggunakan salah satu strategi tersebut. Adapun beberapa keuntungan short selling adalah Pertama, potensi Keuntungan saat Harga Turun. Pada short selling, investor bisa memperoleh keuntungan jika harga aset yang dijual pendek turun.

Dengan menjual aset dengan harga tinggi dan membelinya kembali dengan harga yang lebih rendah, investor dapat menghasilkan selisih harga sebagai keuntungan.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 17 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 49 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 60 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia