Mengenal Short Selling dalam Kripto dan Saham, Keuntungan dan Risiko
Kedua, mendiversifikasi portofolio. Short selling memungkinkan untuk mendiversifikasi portofolio investasi seorang investor. Dalam situasi ketika investor memiliki posisi long pada aset tertentu, melakukan short selling pada aset lain yang dianggap overvalued atau memiliki potensi penurunan harga dapat memberikan perlindungan dan mengurangi risiko portofolio.
Ketiga, mendapatkan keuntungan dari pasar bearish. Ketika pasar sedang dalam tren bearish, short selling memberikan peluang untuk menghasilkan keuntungan. Investor dapat memanfaatkan penurunan harga aset dan menghasilkan profit bahkan ketika mayoritas investor mengalami kerugian.
Keempat, instrumen perlindungan (Hedging). Short selling dapat digunakan sebagai instrumen perlindungan atau lindung nilai (hedging). Jika investor memegang posisi long pada suatu aset dan mengantisipasi penurunan harga maka melakukan short selling pada aset tersebut dapat membantu melindungi nilai portofolio-nya dari penurunan tersebut.
Kelima, kebebasan untuk mengambil posisi jual. Short selling memberikan fleksibilitas kepada investor untuk mengambil posisi jual pada aset yang dianggap overvalued atau yang memiliki prospek yang buruk. Hal itu memungkinkan investor untuk mendapatkan keuntungan dari potensi penurunan harga dan menangkap peluang di pasar yang sedang menurun.
Risiko Short Selling
Sementara itu, beberapa risiko short selling yang perlu diketahui, yaitu kerugian tidak terbatas. Dalam short selling, potensi kerugian tidak terbatas. Jika harga aset yang investor jual pendek naik maka investor mungkin harus membeli kembali aset dengan harga yang lebih tinggi dari harga jual awal sehingga mengakibatkan kerugian yang signifikan.
Tidak hanya itu, jika harga aset yang investor jual pendek naik secara signifikan maka broker mungkin meminta investor untuk menambahkan dana atau memberikan jaminan tambahan (margin call) untuk memenuhi kewajiban investor. Jika investor tidak dapat memenuhi margin call maka broker dapat menutup posisi short secara paksa.
Selain itu, dalam praktik pinjaman saham atau kripto, broker atau pihak ketiga yang memberikan pinjaman dapat meminta peminjam untuk mengembalikan saham atau kripto yang dipinjam kapan saja. Hal itu biasanya diatur oleh kesepakatan pinjaman yang disepakati antara pihak peminjam dan pemberi pinjaman.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now


