Jumat, 15 Mei 2026

Garuda Indonesia (GIAA) Masuk Daftar Pemeringkatan Forbes Global 2000

Penulis : Mashud Toarik
10 Jun 2023 | 18:55 WIB
BAGIKAN
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). (Ilustrasi/Perseroan)
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). (Ilustrasi/Perseroan)

JAKARTA, investor.id - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) berhasil masuk dalam daftar pemeringkatan Forbes Global 2000, yang merupakan pemeringkatan perusahaan publik dengan indikator kinerja korporasi yang menjanjikan.

Garuda Indonesia masuk dalam peringkat 1.572, serta menjadi satu-satunya perusahaan transportasi nasional yang berhasil masuk dalam pemeringkatan global tersebut.

Pemeringkatan oleh majalah Forbes tersebut resmi diumumkan pada Sabtu (10/6) yang disusun dengan menggunakan empat metrik, yakni penjualan, laba, aset dan nilai pasar. Adapun data yang digunakan mengacu pada laporan keuangan perusahaan dalam 12 bulan terakhir, yang tersedia per 5 Mei 2023.

ADVERTISEMENT

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan, masuknya Garuda Indonesia dalam daftar pemeringkatan tersebut menjadi sebuah rekognisi tersendiri bagi Garuda Indonesia khususnya di tengah langkah transformasi kinerja yang terus dioptimalkan pasca dirampungkannya restrukturisasi.

"Hal ini turut menjadi optimisme tersendiri atas outlook kinerja perusahaan ke depannya terus akan kami optimalkan dengan fundamen kinerja yang terus menunjukan kinerja positif," jelas Irfan dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/6/2023).

Sepanjang tahun 2022, emiten berkode saham GIAA ini berhasil membukukan laba usaha sebesar US$ 3,7 miliar, yang salah satunya dikontribusikan oleh laba buku hasil restrukturisasi. Selain itu, laba GIAA pada 2022 dikontribusikan oleh berbagai basis peningkatan kinerja sepanjang tahun lalu di antaranya pencatatan pendapatan usaha sebesar US$ 2,1 miliar.

Jumlah ini naik sekitar 57% dari pencapaian tahun sebelumnya, yakni US$ 1,33 miliar. Pendapatan usaha yang berasal dari penerbangan berjadwal turut naik hingga 62,3% diikuti oleh pendapatan dari penerbangan tidak berjadwal yang juga mencatatkan kenaikan signifikan yang mencapai angka 98,5%.

“Dengan landasan kinerja yang semakin sehat, langkah berkesinambungan perseroan dalam memaksimalkan pertumbuhan kinerja tentunya akan terus kami lakukan di tahun 2023 secara terukur dan proporsional, dengan memaksimalkan profitabilitas dan peningkatan alat produksi yang turut diselaraskan dengan upaya diversifikasi dan peningkatan layanan penerbangan full-service GIAA,” tutup Irfan.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 22 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 33 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 37 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia