Jumat, 15 Mei 2026

PP Kontrak dari IKN Rp 3,76 Triliun, Begini Progress Proyeknya

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
14 Jun 2023 | 13:34 WIB
BAGIKAN
Salah satu proyek PT PP Tbk (PTPP). (BeritaSatu Photo/Ruht Semiono)
Salah satu proyek PT PP Tbk (PTPP). (BeritaSatu Photo/Ruht Semiono)

JAKARTA, Investor.id -  PT PP (Persero) Tbk (PTPP) telah meraih kontrak senilai Rp 3,76 triliun dari pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) hingga kini. Progress beberapa proyek tersebut juga sudah mencapai 100%. 

Sekretaris Perusahaan PTPP Bakhtiar Efendi mengatakan, proyek yang didapatkan perseroan terdiri atas tujuh kontrak terdiri atas proyek Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KlPP) Tahap 1, KIPP Tahap 2, Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat, Jalan Tol IKN Segmen 3B (Kariangau -Sp. Tempadung), Gedung Istana Negara, Kantor Kepresidenan, dan Gedung Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia.

"Saat ini, perseroan telah menyelesaikan proyek pekerjaan KIPP Tahap 1 atau progress telah mencapai 100% pada bulan Mei 2023," jelas Bakhtiar dalam keterangan tertulis, Rabu (14/6/23).

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, Bakhtiyar menyampaikan, saat ini perseroan sedang mengerjakan proyek KIPP Tahap 2 dengan progres mencapai 52,14% dengan target penyelesaian di November 2023. Sedangkan progres proyek lain, yaitu Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat proyeknya mencapai 22,36% per Mei 2023 lalu. Kemudian proyek Jalan Tol KN Segmen 3B (Kariangau - Sp. Tempadung) saat ini sudah mencapai 22,34%.

Progress pembangunan Gedung istana Negara saat ini sudah mencapai 12,83%. Kantor Kepresidenan sudah mencapai 12,52%. Sementara Gedung Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia sudah mencapai 6,99%. “Adapun untuk skema pembayaran proyek IKN ini, PTPP menggunakan skema pembayaran secara bertahap sesuai dengan progres pekerjaan dengan sistem pembayaran monthly payment atau milestone menyesuaikan dengan kondisi kontraknya,” ujar dia.

Selain perseroan melalui anak usahanya, PT PP Presisi Tbk (PPRE) dan PT Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA), juga sedang menggenjot penyelesaian proyek jalan Tol Cinere-Jagorawi seksi 3. Mengingat, proyek senilai Rp 1,2 triliun ini dijadwalkan segera beroperasi pada awal Juli 2023. Saat ini, proyek tersebut telah masuki tahap akhir.

Direktur Utama PP Presisi (PPRE) I Gede Upeksa Negara optimistis mainroad akan tersambung pada Juni ini, dan seluruh jalan tol dapat beroperasi pada akhir Juli. "Kami sangat bangga atas kepercayaan yang diberikan oleh BUJT TLKJ (Trans Lingkar Kita Jaya), hal ini membuktikan bahwa PT PP Presisi Tbk bersama dengan Anak Usaha kami adalah mitra terpercaya dalam pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur strategis nasional," ujar dia.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 27 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 31 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia