Pasar Kripto Digoyang, Presale Token TCRV Diserbu
JAKARTA, investor.id - Belum lama ini pasar kripto dihebohkan dengan kabar SEC akan mengajukan tuntutan hukum terhadap dua bursa terbesar di dunia, Binance dan Coinbase. Berita ini menyebabkan nilai sejumlah proyek anjlok, termasuk Polygon (MATIC) dan Decentraland (MANA).
Menariknya, Tradecurve tidak terpangaruh, tetap stabil dan terus terjual selama presale tahap ketiga. Sebaliknya Polygon diprediksi akan menembus batas $1 pada bulan Juni, pengumuman SEC menyebabkan Polygon jatuh sebesar 14,47% dalam empat hari terakhir.
Pada saat artikel ini ditulis, Polygon diperdagangkan di harga $0,7708 dan telah mengalami penurunan yang stabil selama empat hari berturut-turut. Meskipun volume perdagangan harian awalnya melonjak hingga $450 juta, volume tersebut juga telah menurun 17,89% karena lebih banyak investor mulai mempertimbangkan implikasi jangka panjang dari investigasi SEC terhadap Polygon.
Meskipun harganya turun, beberapa analis pasar masih percaya bahwa Polygon dapat bangkit kembali. Prediksi harga untuk bulan Juni akan mencapai $1,17 meskipun rata-rata berada di $0,93, menunjukkan bahwa Polygon dapat menawarkan pengembalian yang positif bagi investor yang membeli sekarang.
Sama seperti Polygon, Decentraland (MANA) sedang berjuang dengan penurunan hargnya. Dalam lima hari terakhir, Decentraland mengalami penurunan harga sebesar 10,83%, dan saat ini satu token diperdagangkan di harga $0,4141.
Strategi Tradecurve
Sementara proyek-proyek seperti Polygon dan Decentraland tetap bergejolak, pertumbuhan Tradecurve tetap stabil. Lebih dari 42 juta token TCRV telah terjual selama presale tahap ketiga Tradecurve, dan pasokan yang tersedia untuk tahap ini hanya sisa 45%.
Tetapi bagaimana Tradecurve mengungguli beberapa proyek DeFi yang paling terkenal? Tradecurve berpotensi memecahkan masalah regulasi di pasar. Sebagai bursa hibrida, Tradecurve memungkinkan investor memperdagangkan sejumlah kelas aset, termasuk saham, valas, dan kripto secara anonim. Hal ini tidak hanya menghilangkan hambatan untuk masuk tetapi juga memungkinkan investor menjaga privasi mereka melalui kemampuan DeFi.
Semua aset dapat dibeli dari satu akun, dan semuanya memiliki likuiditas yang tinggi, dan memungkinkan eksekusi yang mulus. Trader juga akan memiliki akses ke berbagai tools yang sangat membantu, termasuk trading academy metaverse, langganan copy trading, dan trading AI untuk membantu investor mempelajari lebih lanjut tentang trading dan cara membangun portofolio mereka.
Dengan banyaknya investor yang mempertanyakan potensi jangka panjang dari bursa ini saat ini, Tradecurve berada dalam posisi yang bagus untuk mendapatkan pangsa pasar dengan cepat. Dalam tiga bulan pertama peluncurannya, Tradecurve bertujuan untuk menarik 100.000 pengguna dan dalam beberapa tahun, mereka berencana untuk menjadi 3 bursa teratas.
Melihat potensi ini, para ahli percaya bahwa Tradecurve dapat mencapai nilai 50x lipat sebelum masa presale berakhir, yang berarti harga saat ini masih sangat murah. Moncernya cuan dari Tradecurve tentu disambut hangat oleh investor dan pengamat kripto tanah air.
Founder Aliansi Media Cripto Indonesia (AMCI), Isybel Harto menyebut hal ini menjadi sebuah langkah positif, bahwa investor kripto di Tanah Air bisa menggapai cuan dari investasi ini. “Tentunya dengan semakin banyak edukasi tentang mata uang digital (kripto), maka para investor akan semakin memiliki pilihan terbaik mana yang bisa memberikan keuntungan terbaik. Sehingga perkembangan dunia kripto tanah air semakin meningkat ke arah positif,” ungkapnya.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





