Harga Minyak Tertekan Ketidakpastian Ekonomi Tiongkok
JAKARTA, investor.id - Harga minyak tertekan pada Selasa pagi (20/6/2023). Hal ini karena ketidakpastian situasi ekonomi di Tiongkok yang memicu semakin menguatnya keyakinan bahwa ekonomi di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu melambat. Meski demikian, isyarat penundaan kembalinya ekspor via jalur pipa Irak - Turki, serta gangguan pengiriman di sungai Rhine membatasi penurunan harga lebih lanjut.
Tim Research and Development ICDX menjelaskan, Tiongkok diperkirakan akan memangkas benchmark pinjaman utama pada hari Selasa, yang sekaligus akan menjadi pelonggaran pertama dalam 10 bulan, ungkap survei terbaru yang dilakukan Reuters. Keyakinan bahwa Tiongkok akan mengambil langkah tersebut didorong oleh data ekonomi baru-baru ini yang menunjukkan sektor ritel dan pabrik di Tiongkok berjuang untuk mempertahankan momentum yang terlihat pada kuartal pertama.
“Hal ini meningkatkan kekhawatiran akan menghambat pemulihan ekonomi pasca-Covid tahun ini dan memicu hilangnya pekerjaan secara besar-besaran,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Selasa (20/6/2023).
Tim Research and Development ICDX menambahkan, turut membebani pergerakan harga lebih lanjut, ekspor minyak Arab Saudi bulan April dilaporkan turun sekitar 3% menjadi 7.316 juta barel, yang sekaligus merupakan level terendah selama lima bulan, ungkap data yang dirilis hari Senin oleh Joint Organizations Data Initiative (JODI). Sementara itu, di sisi produksi dilaporkan stabil di level 10.46 juta bph, dan persediaan naik 1.98 juta barel menjadi 149.4 juta barel.
“Rilisnya data JODI tersebut mengindikasikan permintaan minyak global yang sedang lesu,” tambah Tim Research and Development ICDX.
Tim Research and Development ICDX menambahkan, dukungan untuk harga minyak datang dari pernyataan dua pejabat pada hari Senin yang mengatakan bahwa masih diperlukan lebih banyak pembicaraan sebelum bisa melanjutkan ekspor minyak Irak Utara. Dalam sebuah surat tertanggal 15 Juni, AS mendesak agar Turki dan Irak dapat segera melanjutkan ekspor via jalur pipa Irak - Turki yang memasok minyak sekitar 450 ribu bph itu.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






