Jumat, 15 Mei 2026

Harga Minyak Tertekan Ketidakpastian Ekonomi Tiongkok

Penulis : Indah Handayani
20 Jun 2023 | 11:30 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi harga minyak, REUTERS/Chen Aizhu//File Photo
Ilustrasi harga minyak, REUTERS/Chen Aizhu//File Photo

JAKARTA, investor.id - Harga minyak tertekan pada Selasa pagi (20/6/2023). Hal ini karena ketidakpastian situasi ekonomi di Tiongkok yang memicu semakin menguatnya keyakinan bahwa ekonomi di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu melambat. Meski demikian, isyarat penundaan kembalinya ekspor via jalur pipa Irak - Turki, serta gangguan pengiriman di sungai Rhine membatasi penurunan harga lebih lanjut.

Tim Research and Development ICDX menjelaskan, Tiongkok diperkirakan akan memangkas benchmark pinjaman utama pada hari Selasa, yang sekaligus akan menjadi pelonggaran pertama dalam 10 bulan, ungkap survei terbaru yang dilakukan Reuters. Keyakinan bahwa Tiongkok akan mengambil langkah tersebut didorong oleh data ekonomi baru-baru ini yang menunjukkan sektor ritel dan pabrik di Tiongkok berjuang untuk mempertahankan momentum yang terlihat pada kuartal pertama.

“Hal ini meningkatkan kekhawatiran akan menghambat pemulihan ekonomi pasca-Covid tahun ini dan memicu hilangnya pekerjaan secara besar-besaran,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Selasa (20/6/2023).

ADVERTISEMENT

Tim Research and Development ICDX menambahkan, turut membebani pergerakan harga lebih lanjut, ekspor minyak Arab Saudi bulan April dilaporkan turun sekitar 3% menjadi 7.316 juta barel, yang sekaligus merupakan level terendah selama lima bulan, ungkap data yang dirilis hari Senin oleh Joint Organizations Data Initiative (JODI). Sementara itu, di sisi produksi dilaporkan stabil di level 10.46 juta bph, dan persediaan naik 1.98 juta barel menjadi 149.4 juta barel.

“Rilisnya data JODI tersebut mengindikasikan permintaan minyak global yang sedang lesu,” tambah Tim Research and Development ICDX.

Tim Research and Development ICDX menambahkan, dukungan untuk harga minyak datang dari pernyataan dua pejabat pada hari Senin yang mengatakan bahwa masih diperlukan lebih banyak pembicaraan sebelum bisa melanjutkan ekspor minyak Irak Utara. Dalam sebuah surat tertanggal 15 Juni, AS mendesak agar Turki dan Irak dapat segera melanjutkan ekspor via jalur pipa Irak - Turki yang memasok minyak sekitar 450 ribu bph itu.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 10 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 42 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 53 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 57 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia