Jumat, 15 Mei 2026

Pelita Teknologi (CHIP) Incar Pendapatan Rp 154,26 Miliar

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
21 Jun 2023 | 04:00 WIB
BAGIKAN
PT Pelita Teknologi Global Tbk (CHIP). (Ilustrasi/Ist)
PT Pelita Teknologi Global Tbk (CHIP). (Ilustrasi/Ist)

JAKARTA, investor.id - PT Pelita Teknologi Global Tbk (CHIP) mengincar pendapatan pada 2023 sebesar Rp 154,26 miliar. Angka itu meningkat 4,67% dibandingkan dengan pendapatan 2022 mencapai Rp 147,38 miliar.

Direktur Utama Pelita Teknologi Global (CHIP) Ardarini mengatakan, untuk mencapai target tersebut perseroan memaksimalkan kapasitas produksi dan penambahan fasilitas pabrik yang akan diiringi dengan pengembangan dan ekspansi pasar pada lini usaha solution.

“Manajemen juga akan realistis dan mengikuti perkembangan bisnis yang terjadi di pasar,” jelasnya dalam paparan publik, Selasa (20/6/23).

ADVERTISEMENT

Dia juga menambahkan, perseroan tengah dalam proses negosiasi dengan perusahaan induk Ooredoo yang berlokasi di Qatar agar dapat menjadi vendor bagi produk simcard. Lantaran saat ini, untuk produk sim Ooredoo dan Tri di Indonesia, CHIP menjadi vendor utama.

“Kami juga terus melakukan upaya  untuk mendapatkan customer baru dari overseas market. Salah satunya untuk kawasan Afrika melalui klien saat ini Zamtel, Zambia,” ujar dia.

Didalam negeri, lanjut Ardarini, perseroan juga tengah mendaftar atau register agar dapat diundang oleh Singtel dalam pengadaan simcard.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Keuangan Pelita Teknologi Global (CHIP) Hasri Zulkarnaen optimistis target tersebut bisa kami capai pada kuartal ketiga. “Kami tidak akan merevisi target tapi kita upayakan agar target dapat overperform,” kata dia.

Optimisme itu sejalan dengan raihan pada kuartal pertama 2023, dimana CHIP berhasil mencatatkan penjualan bersih mencapai Rp 101,11 miliar, melesat 762% secara year on year (yoy).

Hasri menegaskan penjualan perseroan dapat kembali meningkat pada kuartal II-2023. Sebab, pada April hingga saat ini pihaknya telah menerima delivery order sekitar Rp 85 miliar. Pada kesempatan yang sama, Hasri juga menyebut perseroan juga membagikan dividen sebesar Rp 1,86 miliar atau setara dengan Rp 2,31 per saham yang bersumber dari 20% laba bersih perseroan 2022. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 21 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 25 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia