Diborong Investor Asing, Saham Bank Jago (ARTO) Terbang 10,65%
JAKARTA, Investor.id – Saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) terbang sebanyak 10,65% menjadi Rp 3.220. Level tersebut menjadi harga penutupan tertinggi dalam kurun waktu lebih dari empat bulan terakhir.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (21/6/2023), saham ARTO melonjak Rp 310 (10,65%) menjadi Rp 3.220 per saham. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 2.900-3.230 sepanjang hari.
Melalui kenaikan ini, harga saham ARTO telah melesat ke level tertinggi baru lebih dari empat bulan terakhir atau terhitung sejak 10 Februari 2023. Kenaikan tersebut menjadikan harga saham ARTO telah melesat sebanyak 35,29% sepanjang Juni 2023 atau terhitung dari penutupan akhir Mei 2023 senilai Rp 2.380 menjadi Rp 3.220.
Tak hanya itu, pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham ARTO senilai Rp 31,40 miliar sepanjang hari ini atau tercatat sebagai saham dengan net buy terbanyak kelima.
Dengan penguatan sebanyak 10,65%, saham ARTO mengungguli kenaikan harga saham beberapa bank digital lainnnya sepanjang hari ini. Di antaranya, saham PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) hanya naik Rp 75 (4,34%) menjadi Rp 1.805, PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) menguat Rp 10 (2,04%) menjadi Rp 500, dan PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) naik Rp 8 (2,13%) menjadi Rp 384.
Sebelumnya, Bank Jago dinobatkan oleh Forbes dan Statista sebagai tiga bank terbaik di Indonesia untuk tahun 2023. Keberhasilan tersebut didukung layanan unggulan serta fundamental bisnis yang solid.
Forbes yang bekerja sama dengan Statista belum lama ini merilis hasil suvei untuk menetapkan bank dengan layanan terbaik secara global. Berdasarkan hasil survei tersebut, setidaknya ada 415 bank secara global yang terjaring ke dalam daftar bank terbaik.
Survei ini mencakup beberapa indikator kunci, seperti layanan digital, layanan nasabah, nasihat keuangan serta kepercayaan. Bertolak dari tolok ukur tersebut, Forbes dan Statista, menempatkan Bank Jago diurutan ketiga sebagai bank terbaik untuk wilayah Indonesia setelah Bank Central Asia (BCA) dan Bank DBS.
Menariknya, Bank Jago menjadi satu-satunya bank KBMI II yang masuk peringkat tiga besar. Bahkan mengungguli bank KBMI IV dengan aset hampir ratusan kali lipatnya. Selain itu, Bank Jago juga menjadi satu-satunya bank digital yang masuk klasemen 10 bank terbaik di Indonesia mengalahkan kompetitornya, yaitu Bank Neo Commerce (BNC).
Sebagai bank yang beroperasi secara digital (pure digital bank), hanya dalam kurun waktu kurang dari 3 tahun Bank Jago telah berhasil meraup jutaan nasabah. Hingga periode kuartal I-2023 berakhir, jumlah nasabah Bank Jago mencapai 7,5 juta atau meningkat lebih dari 2x dibanding periode yang sama tahun sebelumnya dengan jumlah nasabah yang masih 3,5 juta.
Selain lonjakan jumlah nasabah yang fantastis dalam kurun waktu satu tahun, respons positif dari nasabah Bank Jago juga tercermin dari ratingnya di apps store maupun playstore yang mencapai 4,9 dari skala 5. Skor tersebut jauh lebih baik dibandingkan Bank Neo Commerce yang juga masuk jajaran 10 besar dengan rating 3,8.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

