Jumat, 15 Mei 2026

Saham Prodia (PRDA) Direkomendasikan Buy, Begini Argumentasinya

Penulis : Parluhutan Situmorang
22 Jun 2023 | 09:48 WIB
BAGIKAN
Prodia Widyahusada (PRDA) dan Alia Hospital menjalin kerjasama dalam pengelolaan operasional laboratorium
Sumber: Istimewa
Prodia Widyahusada (PRDA) dan Alia Hospital menjalin kerjasama dalam pengelolaan operasional laboratorium Sumber: Istimewa

JAKARTA, Investor.id – PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) direkomendasikan beli dengan target harga Rp 6.700, didukung atas beberapa pengembangna yang sedang dilaksanakan dengan harapan menopang pertumbuhan kinerja keuangan ke depan.

BRI Danareksa Sekuritas menargetkan laba bersih perseroan senilai Rp 370 miliar tahun ini, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 372 miliar. Begitu juga dengan pendapatan diprediksi naik dari Rp 21,8 triliun menjadi Rp 2,42 triliun.

“Kami memperkirakan Prodia akan melanjutkan pertumbuhan, meskipun pandemi Covid-19 berakhir atau telah memasuki masa normal. Pertumbuhan didukung penasaran perawatan komprehensif, posisi pasar perseroan yang kuat, dan kenaikan anggaran BPJS dalam kesehatan,” terangnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.

ADVERTISEMENT

Meskipun perseroan menunjukkan penurunan pangsa pasar, dia mengatakan, pendapatan perseroan masih tren tumbuh didukung peningkatan volume uji lab kesehatan. Apalagi perseroan memiliki model pelayanan kepada pelanggan yang bagus, sehingga diharapkan menopang pertumbuhan pendapatan perseroan.

Pertumbuhan pendapatan, terang dia, juga bakal didukung upaya perseroan untuk konsisten meluncurkan 10 jenis test baru setiap tahun, tak hanya untuk diagnosa, tapi juga pencegahan.

Perseroan, terang dia, juga didukung peluncuran layanan digital U by Prodia dan Prodialink untuk korporat. Perseroan juga meluncurkan layanan ke rumah yang diharapkan menopang pertumbuhan pendapatan.

Tak hanya itu, dia mengatakan, Prodia merupakan laboratorium klinik independen denan jaringan terluas di Indonesia. Perseroan juga didukung dengan bran yang kuat di masyarakat, sehingga mempermudah untuk menangkap peluang pertumbuhan pasar.

Terkait kuartal I-2023, dia mengatakan, perseroan menunjukkan kontraksi akibat jumlah hari libur yang lebih banyak. Meski demikian, external referrals menunjukkan pertumbuhan utamanya berasal dari BPJS Prolanis Program. Begitu juga dengan jumlah pelanggan korporat yang melakukan test menunjukkan peningkatan.      

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 27 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 31 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia