Target Harga Saham Astrindo (BIPI) Menggiurkan, Apa Pemicunya?
JAKARTA, investor.id – Tim riset RHB Sekuritas Indonesia merekomendasikan trading buy saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) dengan target harga Rp 230. Target harga tersebut merefleksikan potensi penguatan 74,24% dibandingkan harga penutupan pekan ini.
Dalam risetnya, RHB Sekuritas mengungkapkan, bisnis baru pertambangan batu bara akan menjadi faktor utama pendongkrak kinerja keuangan dan arus kas Astrindo dalam masa mendatang. Hal ini menjadikan saham BIPI layak untuk dicermati.
RHB Sekuritas memperkirakan laba bersih Astrindo akan melesat dari US$ 0,2 juta pada 2022 menjadi US$ 130 juta pada 2023. Lompatan laba tersebut telah menggunakan asumsi harga jual batu bara yang konservatif.
Berdasarkan data, emiten berkode saham BIPI ini mulai intens untuk menaikkan volume produksi batu bara dan memperbaiki biaya penambangan (cash cost). Hal ini akan menopang lompatan pendapatan dengan proyeksi menjadi US$ 700 juta tahun ini dibandingkan raihan tahun lalu US$ 60 juta. Begitu juga dengan margin keuntungan bersih diharapkan meningkat menjadi 20% dalam jangka panjang.
BIPI akan memfokuskan penambangan batu bara di Jembayan. Kemudian dilanjutkan dengan aktivitas penambangan di dua area konsensi yang sudah didapatkan perseroan Sebuku dan Penajam. Hal ini diharapkan membuat volume produksi batu bara perseroan melesat menjadi 12 juta ton pada 2027-2028 dibandingkan posisi saat ini sekitar 6 juta ton.
Terkait dampak penurunan harga batu bara terhadap performa BIPI, RHB Sekuritas menyebutkan bahwa memang terjadi penurunan tajam 67% menjadi US$ 130 per ton sejak awal tahun hingga kini. Namun, harga batu bara diprediksi tetap terbuka peluang untuk naik, sejalan dengan peningkatan volume permintaan dan kenaikan permintaan energi di Tiongkok.
RHB Sekuritas memperkirakan harga jual konservatif batu bara tahun ini di level US$ 150 per ton dan diproyeksikan kembali turun menjadi US$ 90 per ton pada 2024. Sedangkan harga jual batu bara tahun 2025 diproyeksikan mencapai level support US$ 75 per ton.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






