Jumat, 15 Mei 2026

Target Harga Saham Astrindo (BIPI) Menggiurkan, Apa Pemicunya? 

Penulis : Parluhutan Situmorang
29 Jun 2023 | 12:49 WIB
BAGIKAN
Salah satu fasilitas PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI). (Foto: Perseroan)
Salah satu fasilitas PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id – Tim riset RHB Sekuritas Indonesia merekomendasikan trading buy saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) dengan target harga Rp 230. Target harga tersebut merefleksikan potensi penguatan 74,24% dibandingkan harga penutupan pekan ini.

Dalam risetnya, RHB Sekuritas mengungkapkan, bisnis baru pertambangan batu bara akan menjadi faktor utama pendongkrak kinerja keuangan dan arus kas Astrindo dalam masa mendatang. Hal ini menjadikan saham BIPI layak untuk dicermati.

RHB Sekuritas memperkirakan laba bersih Astrindo akan melesat dari US$ 0,2 juta pada 2022 menjadi US$ 130 juta pada 2023. Lompatan laba tersebut telah menggunakan asumsi harga jual batu bara yang konservatif.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan data, emiten berkode saham BIPI ini mulai intens untuk menaikkan volume produksi batu bara dan memperbaiki biaya penambangan (cash cost). Hal ini akan menopang lompatan pendapatan dengan proyeksi menjadi US$ 700 juta tahun ini dibandingkan raihan tahun lalu US$ 60 juta. Begitu juga dengan margin keuntungan bersih diharapkan meningkat menjadi 20% dalam jangka panjang.

BIPI akan memfokuskan penambangan batu bara di Jembayan. Kemudian dilanjutkan dengan aktivitas penambangan di dua area konsensi yang sudah didapatkan perseroan Sebuku dan Penajam. Hal ini diharapkan membuat volume produksi batu bara perseroan melesat menjadi 12 juta ton pada 2027-2028 dibandingkan posisi saat ini sekitar 6 juta ton.

Terkait dampak penurunan harga batu bara terhadap performa BIPI, RHB Sekuritas menyebutkan bahwa memang terjadi penurunan tajam 67% menjadi US$ 130 per ton sejak awal tahun hingga kini. Namun, harga batu bara diprediksi tetap terbuka peluang untuk naik, sejalan dengan peningkatan volume permintaan dan kenaikan permintaan energi di Tiongkok.

RHB Sekuritas memperkirakan harga jual konservatif batu bara tahun ini di level US$ 150 per ton dan diproyeksikan kembali turun menjadi US$ 90 per ton pada 2024. Sedangkan harga jual batu bara tahun 2025 diproyeksikan mencapai level support US$ 75 per ton.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 17 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 49 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 60 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia