Mirae Tingkatkan Rekomendasi dan Target Harga Harum (HRUM), Mengapa?
JAKARTA, investor.id – Mirae Asset Sekuritas meningkatkan rekomendasi dan target harga PT Harum Energy Tbk (HRUM). Sebelumnya, Mirae merekomendasi trading buy untuk HRUM dan target harganya sebesar Rp 1.595. Lalu, apa rekomendasi dan berapa target terbarunya? Mengapa ditingkatkan?
Analis Mirae Asset Sekuritas Rizkia Darmawan mengatakan, meskipun persediaan batu bara Tiongkok saat ini telah mencapai level sebelum pandemi, kami memperkirakan peningkatan permintaan batu bara dari Tiongkok pada Semester II-2023 karena perbaikan pemulihan ekonomi Tiongkok dan antisiapsi atas musim dingin yang akan datang.
Menurut Rizkia, Ekonomi Tiongkok baru-baru ini menunjukkan tren yang lambat, namun perkembangan terkini menunjukkan potensi untuk pemulihan ekonomi. Minggu lalu, Perdana Menteri Tiongkok mengindikasikan niatan pemerintah untuk mengenalkan paket stimulus guna memperkuat pertumbuhan ekonomi.
“Kami memperkirakan peningkatan secara moderat dalam permintaan batu bara dari Tiongkok. Namun, dengan kenaikan harga yang terbatas karena pasokan batu bara yang mencukupi dan tekanan ekonomi yang berlanjut,” tulis Rizkia dalam risetnya, Senin (10/7/2023).
Rizkia menilai, HRUM dengan eksposur penjualan tertinggi ke Tiongkok di antara perusahaan yang di-cover, berada dalam posisi yang baik untuk mendapatkan manfaat. Proyeksi terbaru untuk HRUM menunjukkan pendapatan yang meningkat sebesar US$ 969 juta dan estimasi laba bersih sebesar US$ 311juta untuk 2023.
Untuk itu, lanjut Rizkia, pihaknya telah menaikkan proyeksi volume penjualan HRUM dari 5,8 juta ton menjadi 6,4 juta ton, disertai dengan kenaikan ASP 18% menjadi US$ 149 per ton. Sebagi informasi, pada kuartal I-2023, HRUM telah mencapai volume penjualan batu bara sebesar 1,8 juta ton, dengan ASP US$ 161 per ton.
“Kami meningkatkan rekomendasi terhadap HRUM menjadi buy dengan target harga yang lebih tinggi sebesar Rp 2.150, mencerminkan rasio P/E tahun buku 2023 sebesar 6,2 kali,” tutup Rizkia.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now



