Jumat, 15 Mei 2026

Mirae Revisi Target IHSG Jadi 7.600 di Akhir 2023, Delapan Saham Jadi Pilihan Utama

Penulis : Zsazya Senorita
10 Jul 2023 | 13:20 WIB
BAGIKAN
Layar elektronik yang menampilkan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta.  Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Layar elektronik yang menampilkan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, investor.id - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat menguat hingga 7.600 di akhir 2023. Angka itu melorot dari proyeksi Mirae sebelumnya, yaitu 7.700 pada akhir tahun. Perusahaan sekuritas asal Korea Selatan ini merekomendasikan delapan saham jadi pilihan utama di semester II-2023. Salah satunya AKRA. 

Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Martha Christina menyebutkan, proyeksi tersebut didukung pencabutan status pandemi dan minimnya dampak kenaikan suku bunga acuan AS (Fed Rate).

Menurut Martha, investor tidak perlu mengkhawatirkan dampak kenaikan Fed Rate yang diprediksi akan naik hingga 5,75% dari posisi saat ini 5%-5,25%. Sebab, investasi asing di pasar saham dan obligasi Indonesia cukup terkendali.

ADVERTISEMENT

“Tren kenaikan Fed Rate memang dapat memicu arus dana investor asing keluar dari negara berkembang termasuk Indonesia. Tetapi dampaknya tidak akan besar karena saat ini porsi investor asing pada pasar saham dan pasar obligasi relatif rendah,” ujar Martha dalam Media Day: July 2023 Unlocking Investment and Goodness Sharing Opportunities in 2H2023, Senin (10/7/2023).

Dia mengatakan, porsi transaksi investor asing pada transaksi harian pasar saham hanya 35% dan porsi kepemilikan investor asing pada surat berharga negara (SBN) Rupiah hanya 15%. Angka itu terbilang rendah dibanding 45% dan 35% pada 10 tahun yang lalu ketika taper tantrum.

Taper tantrum terjadi setelah pengurangan stimulus (tapering off) bank sentral AS pada 2013, yang memicu kenaikan nilai tukar dolar AS,” jelasnya.

Selain dicabutnya status pandemi dan minimnya dampak kenaikan suku bunga, dia mengatakan optimisme terhadap IHSG tersebut juga ditambah beberapa faktor lain.

Faktor dimaksud, antara lain nilai investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) yang tinggi, makroekonomi terutama neraca berjalan dan cadangan devisa valas, potensi kenaikan tingkat produktivitas masyarakat, potensi kenaikan harga komoditas pertanian (soft commodities), dan valuasi IHSG yang relatif murah.

FDI, lanjut Martha, meroket setelah adanya larangan ekspor nikel. Untuk produktivitas masyarakat, dia mengatakan faktor yang memengaruhi adalah lebih sedikitnya hari libur yang dapat meningkatkan produktivitas minimal sebesar 10%. Di sisi komoditas, harga soft commodities salah satunya CPO diprediksi akan naik jika El Nino (kemarau) datang lebih awal dari prediksi.

Untuk IHSG, dia mengatakan valuasi IHSG masih berada pada 13,6 kali dari nilai rasio harga saham per laba berdasarkan prediksi setahun penuh 2023 (P/E ratio). Angka itu masih lebih murah dibanding indeks saham utama negeri tetangga seperti FTSE Bursa Malaysia dan SET Thailand yaitu 13,4 kali dan 16,3 kali.

Terkait optimisme tersebut, Martha menyebut Mirae memilih delapan saham yang menjadi pilihan utama di semester II-2023. “Kedelapan saham tersebut adalah AKRA, ASII, CPIN, ERAA, EXCL, MPMX, PRDA, dan TLKM,” ujar Martha.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 5 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 37 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 48 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 52 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia