Jumat, 15 Mei 2026

Gempar nih, Lo Kheng Hong Akhirnya Jual Saham Kesayangan

Penulis : Thresa Sandra Desfika
12 Jul 2023 | 07:05 WIB
BAGIKAN
Lo Kheng Hong. (Ist)
Lo Kheng Hong. (Ist)

JAKARTA, investor.id - Kepemilikan Lo Kheng Hong atas saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) menyusut. Hal tersebut sebagaimana terpantau dari laporan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) terkait kepemilikan 5% saham atau lebih semua emiten.

Per 10 Juli 2023, Lo Kheng Hong menyisakan 175.127.400 saham atau 5,03%. Jumlah tersebut berkurang 4.873.600 saham dari data per 7 Juli di mana Lo Kheng Hong tercatat masih memiliki sebanyak 180.001.000 saham atau 5,17%. Belum ada keterangan resmi mengenai perubahan jumlah kepemilikan tersebut.

Pak Lo – sapaan akrab Lo Kheng Hong – sebenarnya terpantau belum menambah ataupun mengurangi kepemilikannya di Gajah Tunggal sejak akhir Juni 2022 hingga awal Juli 2023.

ADVERTISEMENT

Terakhir, investor 64 tahun itu membeli 100.000 saham GJTL di 21 Juni 2022 sehingga jumlah kepemilikannya menjadi 180.001.000 saham. Namun data per 10 Juli mengungkap fakta baru terkait kepemilikan Pak Lo di Gajah Tunggal.

Dalam sejumlah kesempatan, seperti di acara Investalk KSPM FEB Universitas Indonesia yang digelar pada 15 Mei 2023 lalu, Pak Lo pernah menyebut keunggulan dari Gajah Tunggal.

“Gajah Tunggal itu pabrik ban terbesar di Asia Tenggara. Penjualannya tahun ini mungkin bisa Rp 18 triliun. Gede lho,” papar Pak Lo saat itu.

Terbang

Pada perdagangan Selasa (11/7/2023) kemarin, saham GJTL ditutup di Rp 1.220 atau naik 0,83%. Sedangkan pada 10 Juli, GJTL diparkir anjlok 5,10% ke Rp 1.210. Saat itu sebanyak 79,1 juta saham ditransaksikan, frekuensi 12.402 kali, dan nilai transaksi Rp 99,77 miliar.

Adapun pada 7 Juli, GJTL juga ditutup amblas 4,85% jadi Rp 1.275. Sejumlah 94,63 juta saham ditransaksikan, frekuensi 17.797 kali, dan nilai transaksi Rp 125,79 miliar.

Bila mengacu pada data RTI Business per penutupan 11 Juli, rasio price to book value (PBV) Gajah Tunggal masih 0,57 dan price to earnings ratio (PER) 4.

Saham Gajah Tunggal akhir-akhir ini memang lagi terbang tinggi. Dalam satu bulan terakhir, saham Gajah Tunggal melambung 42,69% dan dalam periode year to date (ytd) melesat 115,93%. Rapor merah saham Gajah Tunggal di bulan Juli baru terjadi pada perdagangan 7 dan 10 Juli.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 2 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 34 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 45 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 49 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia