Harita Nickel (NCKL) Milik Lim Hariyanto Gelontorkan Dana Rp 5,8 Triliun
JAKARTA, investor.id – PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL)/TBP atau Harita Nickel milik Lim Hariyanto Wijaya Sarwono menggelontorkan dana Rp 5,83 triliun untuk melunasi utang perseroan, belanja modal, serta keperluan anak usaha dan entitas asosiasi. Dana jumbo tersebut berasal dari hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham.
Direktur Harita Nickel, Suparsin D Liwan dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Rabu (12/7/2023), mengungkapkan bahwa perseroan memperoleh dana hasil IPO sebesar Rp 9,98 triliun, dengan biaya Rp 287,02 miliar. Alhasil, Harita Nickel mendapatkan hasil bersih dari IPO sebesar Rp 9,7 triliun.
Dari jumlah tersebut, Harita Nickel menggunakan dana Rp 825 miliar untuk membayar seluruh utang kepada PT Harita Jayaraya. Perseroan juga menghabiskan dana Rp 893,28 miliar untuk membayar seluruh utang kepada PT Dwimuria Investama Andalan.
Lebih lanjut, emiten berkode saham NCKL tersebut melunasi seluruh utang kepada OCBC Ltd dan PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) masing-masing Rp 2,21 triliun dan Rp 130,74 miliar.
NCKL juga menghabiskan dana Rp 40,7 miliar untuk belanja modal perseroan. Lalu, untuk setoran modal dan pinjaman kepada entitas asosiasi & anak usaha Rp 1,33 triliun, serta modal kerja Rp 389,6 miliar.
Dengan penggunaan dana hasil IPO yang sebesar Rp 5,83 triliun, menurut Suparsin, perseroan masih menyimpan dana hasil IPO sebesar Rp 3,87 triliun. Rinciannya, giro di Bank Permata sebesar Rp 1,5 triliun, Bank Mandiri Rp 2,09 triliun, dan Bank OCBC NISP sebesar Rp 292,8 miliar. Tingkat bunga mencapai 5%.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaTag Terpopuler
Terpopuler




