IHSG Lanjut Menguat Pekan Ini, Pantau Saham Teknologi dan Energi
JAKARTa, Investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi melanjutkan penguatan pada pekan ini, dengan rentang pergerakan 6.865-6.900, melanjutkan kenaikan pekan lalu sebesar 2,2% ke level 6.869.
Penguatan indeks akan ditopang oleh kondusifnya sentimen global, yakni penurunan inflasi Amerika Serikat (AS) pada Juni 2023 menjadi 3%, lebih rendah dari prediksi 3%. Hal ini diprediksi mengurangi sikap hawkish bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), dalam menentukan kebijakan suku bunga acuan Federal Funds Rate (FFR) yang kini di level 5-5.25%.
Di sisi lain, harga surat utang negara (SUN) diprediksi bergerak sideways dengan kecenderungan naik pada pekan ini. Imbal hasil (yield) SUN tenor 10 tahun diperkirakan berkisar 6-6,3%.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus melihat, para investor mulai merasakan melandainya tekanan dari sikap hawkish The Fed. Sebab, inflasi AS turun. Ini akan membuat pergerakan IHSG pekan ini lebih ringan dibandingkan pekan sebelumnya.
"Tidak ada beban yang dikhawatirkan, sekalipun ketidakpastian masih ada di pasar," ujar Nico kepada Investor Daily, Minggu (16/7/2023).
Nico menambahkan, saat ini, para pelaku pasar akan mencermati data inflasi Eropa yang akan menjadi patokan Gubernur Bank Sentral Eropa Christine Lagarde dalam menetapkan tingkat suku bunga acuan. Investor juga akan menaruh perhatian pada data pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang diproyeksikan kembali melambat kuartal II-2023.
Adapun sentimen dalam negeri yang akan berpengaruh signifikan terhadap IHSG pada pekan ini, kata dia, adalah data ekspor dan impor Juni 2023 yang diprediksi turun.
Nico merekomendasikan beberapa sektor saham yang akan berperan pada pekan ini, yaitu sektor teknologi, consumer cyclical, finance, dan sektor infrastruktur.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






