Jumat, 15 Mei 2026

IHSG Lanjut Menguat Pekan Ini, Pantau Saham Teknologi dan Energi

Penulis : Muawwan Daelami
17 Jul 2023 | 06:00 WIB
BAGIKAN
Seorang pekerja melihat pergerakan saham di layar monitor gedung BEI, Jakarta. (B-Universe Photo/David Gita Roza)
Seorang pekerja melihat pergerakan saham di layar monitor gedung BEI, Jakarta. (B-Universe Photo/David Gita Roza)

JAKARTa, Investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi melanjutkan penguatan pada pekan ini, dengan rentang pergerakan 6.865-6.900, melanjutkan kenaikan pekan lalu sebesar 2,2% ke level 6.869.

Penguatan indeks akan ditopang oleh kondusifnya sentimen global, yakni penurunan inflasi Amerika Serikat (AS) pada Juni 2023 menjadi 3%, lebih rendah dari prediksi 3%. Hal ini diprediksi mengurangi sikap hawkish bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), dalam menentukan kebijakan suku bunga acuan Federal Funds Rate (FFR) yang kini di level 5-5.25%.  

Di sisi lain, harga surat utang negara (SUN) diprediksi bergerak sideways dengan kecenderungan naik pada pekan ini. Imbal hasil (yield) SUN tenor 10 tahun diperkirakan berkisar 6-6,3%.

ADVERTISEMENT

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus melihat, para investor mulai merasakan melandainya tekanan dari sikap hawkish The Fed. Sebab, inflasi AS turun. Ini akan membuat pergerakan IHSG pekan ini lebih ringan dibandingkan pekan sebelumnya.

"Tidak ada beban yang dikhawatirkan, sekalipun ketidakpastian masih ada di pasar," ujar Nico kepada Investor Daily, Minggu (16/7/2023).

Nico menambahkan, saat ini, para pelaku pasar akan mencermati data inflasi Eropa yang akan menjadi patokan Gubernur Bank Sentral Eropa Christine Lagarde dalam menetapkan tingkat suku bunga acuan. Investor juga akan menaruh perhatian pada data pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang diproyeksikan kembali melambat kuartal II-2023.

Adapun sentimen dalam negeri yang akan berpengaruh signifikan terhadap IHSG pada pekan ini, kata dia, adalah data ekspor dan impor Juni 2023 yang diprediksi turun.

Nico merekomendasikan beberapa sektor saham yang akan berperan pada pekan ini, yaitu sektor teknologi, consumer cyclical, finance, dan sektor infrastruktur.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 11 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 43 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 54 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 58 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia