Pekan Lalu Harga CPO dalam Tren Bullish, Lanjut?
JAKARTA, investor.id – Harga Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives dalam tren bullish pada pekan lalu. Apakah akan berlanjut di sepekan ini?
Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives basis penutupan mingguan periode 7-14 Juli 2023, kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Juli 2023 menguat 61 Ringgit Malaysia menjadi 3.818 Ringgit Malaysia per ton.
Sedangkan kontrak berjangka pengiriman CPO untuk Agustus 2023 terkerek 30 Ringgit Malaysia menjadi 3.844 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO pengiriman September 2023 bertambah 47 Ringgit Malaysia menjadi 3.881 Ringgit Malaysia per ton. Pada Oktober 2023 meningkat 50 Ringgit Malaysia menjadi 3.899 Ringgit Malaysia per ton
Sementara itu, Kontrak berjangka CPO pengiriman November 2023 naik 48 Ringgit Malaysia menjadi 3.908 per ton. Serta, Desember 2023 melesat 54 Ringgit Malaysia menjadi 3.820 Ringgit Malaysia per ton
Research and Development ICDX Girta Yoga mengatakan, pergerakan harga CPO pekan ini bergantung pada rilisnya indikator pasar pada awal pekan. Indikator yang dipantau antara lain situasi di negara produsen utama (Indonesia dan Malaysia), situasi di negara importir utama (India, Tiongkok dan Uni Eropa), dan situasi di pasar minyak kedelai.
“Untuk level resistance berada di kisaran harga 3.950-4.100 Ringgit Malaysia per ton. Apabila mendapat katalis negatif maka harga berpotensi turun menuju level support di kisaran harga 3.800-3.650 Ringgit Malaysia per ton,” ungkapnya kepada Investor Daily, belum lama ini.
Menruut Yoga, permintaan CPO mulai mengalami peningkatan, terutama di Tiongkok. Mengutip dari data statistik yang dirilis oleh Dewan Sawit Malaysia, impor Tiongkok sepanjang paruh pertama tahun ini mengalami peningkatan sebesar 10,63%. Namun, sebaliknya terjadi pada impor India yang justru merosot turun sebesar 11,90%.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






